The Unspoken Smeraldo

The Unspoken Smeraldo

  • WpView
    LECTURAS 29
  • WpVote
    Votos 7
  • WpPart
    Partes 7
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, mar 2, 2025
Di balik tembok tinggi yang tersembunyi dari dunia, seorang pria merawat bunga langka bernama Smeraldo, simbol keindahan yang tak bisa diungkap. Suatu hari, ia bertemu seorang wanita misterius dengan mata sepekat malam dan hati yang mati-sebuah kutukan membuatnya tak mampu merasakan cinta. Namun, semakin pria itu mendekat, semakin luka-luka lama terbuka, hingga ia menyadari bahwa cinta yang ia tanam di antara kelopak-kelopak bunga itu mungkin ditakdirkan untuk tidak pernah berbalas. Pada akhirnya, apakah ia bisa menerima kenyataan bahwa beberapa keindahan memang tidak untuk dimiliki?
Atribución Creative Commons (CC)
#21
thetruthuntold
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Cinta Dalam Mekarnya Bunga
  • I LOVE LOVEGOOD
  • Stand By Me
  • [√] Memorabilia
  • The Price Of Obsession
  • Cermin Ke Dunia Aetheria

Lila percaya bahwa cinta mirip bunga. Ia tak bisa dipaksakan untuk tumbuh. Ia butuh waktu, kehangatan, dan keberanian untuk mekar di tengah dunia yang kadang terlalu dingin. Hidup Lila selama ini sederhana, tenang, seperti angin pagi di antara deretan bunga matahari yang menghadap ke timur. Sejak kecil, ia hidup berdampingan dengan warna-warni kelopak dan wangi tanah basah. Ia merawat bunga seperti merawat dirinya sendiri-penuh kelembutan, tapi juga penuh kehati-hatian. Namun, ketenangan itu perlahan mulai retak ketika ia bertemu Arka. Arka datang seperti angin musim gugur: dingin, tak terduga, dan membawa sesuatu yang membuat dedaunan gugur satu per satu. Ia bukan pria yang datang dengan tawa lebar atau kata-kata manis. Ia hadir dengan sorot mata yang tajam, langkah yang berat, dan diam yang penuh rahasia. Lila bisa merasakannya-ada beban yang dibawa pria itu, sesuatu dari masa lalunya yang belum selesai. Pertemuan mereka terjadi begitu saja. Tanpa rencana, tanpa aba-aba. Arka sedang mencari bunga untuk seseorang yang telah tiada. Lila, seperti biasa, tengah menyusun rangkaian bunga mawar putih di toko kecil peninggalan ibunya. Tak ada yang istimewa, kecuali cara Arka menatap bunga seolah sedang berbicara pada sesuatu yang tak terlihat. Dan sejak saat itu, dunia Lila mulai berubah. Perlahan, kehadiran Arka menjadi bagian dari hari-harinya. Mereka tak banyak bicara, tapi diam mereka saling memahami. Lila menemukan kehangatan di balik dinginnya sikap Arka, dan Arka menemukan ketenangan dalam mata Lila yang jujur. Tapi cinta yang tumbuh di antara mereka bukanlah cinta yang mudah. Ia datang membawa ujian, luka lama, dan pertanyaan-pertanyaan yang tak selalu punya jawaban. Karena Arka tidak datang dengan hati yang utuh. Dan Lila bukan gadis yang bisa mencinta setengah-setengah. Mereka seperti dua bunga yang mekar di musim berbeda-saling mendekat, tapi takut layu sebelum waktunya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido