Teruntuk Mia

Teruntuk Mia

  • WpView
    Reads 243
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 5, 2025
Di antara wangi bunga dan derasnya hujan, dua jiwa yang bertolak belakang dipertemukan. Seorang gadis yang merawat keindahan dalam kelopak-kelopak bunga, dan seorang pemuda dengan luka yang enggan ia tunjukkan. Awalnya, mereka hanyalah dua orang asing. Namun, hujan selalu membawa mereka kembali-dalam diam yang nyaman, dalam tawa yang tak terduga, dalam kehangatan yang perlahan tumbuh di antara dinginnya rintik air. Tapi seperti bunga yang layu dan hujan yang akhirnya reda, akankah kebersamaan mereka bertahan? Atau hanya menjadi kenangan yang perlahan memudar?
All Rights Reserved
#616
ceritafiksi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUNGA KEMBALI
  • DIA (Completed)
  • 𝑨𝑹𝑨𝑲𝑯𝑨 [TERBIT]
  • rain untuk senja
  • Dalam Rintik yang Sama
  • Persona
  • Cuaca
  • Could you be a home for me? [TAMAT]
  • RAINKA - SUDAH TERBIT
  • Haters and Lovers of Rain [END]

Mereka adalah saudara, mereka mencintai perempuan yang sama Malam itu, hujan turun dengan derasnya, membasahi jalanan yang sepi. Di balik jendela kamar yang temaram, seorang gadis duduk bersandar, matanya menatap kosong ke arah langit kelabu. Napasnya berat, pikirannya penuh. Hujan seakan mengerti perasaannya-dingin, gelisah, dan penuh ketidakpastian. Jauh di sudut kota, seorang pria berdiri di depan pintu apartemen, ragu untuk mengetuk. Tangannya mengepal, menggenggam sesuatu yang tak kasatmata-sebuah harapan, atau mungkin sekadar kenangan yang enggan ia lepaskan. Dulu, segalanya terasa sederhana. Kini, hanya ada jarak, kebisuan, dan perasaan yang tak lagi bisa mereka definisikan. Di tempat lain, seorang lelaki menatap bayangannya sendiri di cermin. Mata yang dulu penuh gairah kini menyimpan kehampaan. Cinta yang ia genggam dulu, kini terasa seperti pasir yang perlahan menghilang di antara jemarinya. Mereka bertiga, terikat oleh kisah yang tak pernah sederhana. Cinta, kehilangan, pengorbanan-semua bercampur menjadi satu dalam kisah ini. Dan malam ini, takdir mulai menuliskan babak terakhirnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines