PERTEMUAN Di MASJID

PERTEMUAN Di MASJID

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 16, 2025
Aku, Fatimah Az-Zahra Ara Fadhilah, adalah seorang santri yang baru saja pindah ke pondok pesantren di kota ini. Aku masih merasa asing dengan lingkungan baru ini, tapi aku berharap dapat menemukan teman-teman baru dan meningkatkan imanku di sini. Hari ini, aku memutuskan untuk pergi ke masjid untuk melakukan shalat Dhuha. Aku berjalan kaki ke masjid, menikmati udara pagi yang segar dan tenang. Saat aku tiba di masjid, aku melihat seorang laki-laki yang sedang berdoa di depan mihrab. Aku tidak dapat melihat wajahnya dengan jelas, tapi aku dapat merasakan aura kebaikan dan kesucian yang memancar dari dirinya. Aku memutuskan untuk duduk di pojok masjid, berusaha untuk tidak mengganggu laki-laki itu. Tapi, saat aku melihatnya berdiri dan menghadap ke arahku, aku merasa terkejut. Laki-laki itu memiliki wajah yang tampan dan cerah, dengan mata yang biru dan senyum yang manis. Aku merasa terpesona oleh kebaikan dan kesucian yang memancar dari dirinya. Tapi, laki-laki itu tidak menyapaku. Ia hanya memandangku dengan mata yang penuh perhatian, lalu berpaling dan keluar dari masjid. "Aku merasa penasaran. Siapa laki-laki itu?" Gumanku dalam hati
All Rights Reserved
#41
wattpadislami
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PERJUANGAN DOA[END]
  • Cinta dan pencarian diri
  • Dear K̶a̶n̶g̶ Santri
  • The ArYan
  • about Raya (Sudah Terbit)
  • Ijbar [Selesai]
  • Mahar Surah An-Nisa
  • Cinta Seorang Santri (TERBIT)
  • SENJA UNTUK ALESHA
  • Our Secret [SUDAH TERBIT]

Hanya cerita sederhana seorang ustadz muda yang ditugaskan oleh kiyai untuk mengajar disebuah pesantren dikota kembang. Niat hati hanya ingin mengajar namun ternyata takdir Allah berkata lain, tubuhnya memang hanya untuk sementara disana tapi tidak dengan hatinya ia menemukan rumah untuk ia berpulang menemukan pelabuhan untuk ia singgah. Seorang gadis cantik dengan seutas kain menutupi wajah cantiknya ia bukan seorang Ning bukan ustazah dan bukan juga seorang santriwati dia hanya seorang gadis yang tinggal didekat pesantren yang diajar oleh ustadz muda itu. Dan mulai dari situ lah perjuangan doa selalu terutas disetiap malamnya menyebut nama orang yang sama yang berhasil merebut hati seorang Raihan Arsyad Habibi ,ustadz muda dengan begitu banyak perestasi nya. ****** "Aku memang tidak begitu peduli kepada mu ,jangan peduli memandang mu saja aku tidak berani ,namun diatas sejadah aku terang-terangan menceritakan dirimu didepan pencipta"~Raihan Arsyad Habibi. •••••••• "Aku memang tidak seberani Khadijah yang menyatakan cinta nya dan bukan juga seperti Fatimah aku hanya mampu menyematkan nama mu disetiap doa ku"~Aulia Fatma azzahra. *******

More details
WpActionLinkContent Guidelines