INCOGNITO ROYALATTE

INCOGNITO ROYALATTE

  • WpView
    Reads 4,973
  • WpVote
    Votes 423
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 3, 2026
⚠️Tidak ditujukan untuk anak-anak sebab memuat banyak adegan dewasa. ㅡ Pahit serta kejamnya hidup Bidara Injang (F21), sudah ia nikmati sejak duduk di bangku taman kanak-kanak. Alih-alih kisah dari model ternama yang bernama Athena Roopez, rasanya penderitaan yang dialaminya jauh membengiskan. Ayah kandung Bidara, tak segan menghajar anak kandungnya di tempat. Tak terkecuali Universitas Aralaga. Desas-desus tentang siapa Bidara Injang lantas membuat seantero kampus menjauhinya. Namun, suatu ketika sosok Kaisar Jagadhita (M21) si culun dan miskin, nampak dihajar habis nyaris pingsan oleh 4 pemuda. Bidara menyukai nikotin. Ia sesap rokoknya dalam-dalam sebelum ia buang dan injak, lalu meludahi 4 pria yang membully Kaisar. Ironisnya, setelah Bidara menolong, giliran Kaisar yang mengantarkan pulang lantaran Bidara sama babak belurnya. "Elo pake sepeda kayuh gitu gimana mau nganter gue, Lun?" (Lun is Culun). Kaisar menyentak dagu ke arah belakang Bidara. Pria tinggi dengan pakaian hoodie, mengulurkan kontak. "Tuh, pake yang mentereng item gagah. Punya gue." "Anjing!" ㅡㅡ ©SparklingDoy, 2026.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Imperfect Señorita
  • Kesayangan Mas Juragan!
  • SECOND TASTE
  • NINGRUM
  • Where They All Look At [ END ]
  • Nala dan Mas Juragan
  • Kembang Desa
  • R É G A L I S
  • Hot girl
  • Almost Married (END)

"Temani Saya" 2 kata yang selalu terucap setiap 3 kali dalam seminggu dan selalu tetap seperti robot yang telah mendapatkan pemrograman. Tak ada cinta bagi Axel, dirinya hanya berlindung dalam kalimat "Saya hanya menyukai tubuhmu". "Kita fasih mendesah dalam gelap, tetapi bisu soal cinta dalam terang. Dan cemburu adalah satu-satunya bahasa jujur yang akhirnya berani kita ucapkan."

More details
WpActionLinkContent Guidelines