"andai waktu bisa diputar... aku ingin... biiipppp..."
suara itu menggema di benak sagara sebelum semuanya menjadi gelap. kesadaran perlahan menghilang, dan ia merasa tubuhnya melayang di ruang hampa. lalu, sekejap kemudian-
ia terbangun.
dinginnya meja kayu menyentuh pipinya. suara riuh rendah terdengar di kejauhan. matanya terbuka, dan yang pertama kali ia lihat adalah papan tulis yang sedikit usang, jendela besar dengan sinar matahari sore yang masuk menerangi ruangan, dan deretan bangku yang tertata rapi.
ini... kelasnya.
tapi ini tidak mungkin.
dengan napas tertahan, sagara menatap seragam putih abu-abu yang melekat di tubuhnya. tangannya gemetar saat ia merogoh saku, menarik keluar sebuah ponsel lama. layar menyala, menampilkan tanggal yang membuat jantungnya hampir berhenti.
"tidak mungkin... ini tahun terakhirku di sma."
ia bangkit dengan tergesa, matanya liar menelusuri keadaan sekitar. ia mengenali semuanya-teman-temannya yang dulu, papan pengumuman di depan kelas, bahkan aroma khas kantin yang samar-samar tercium dari kejauhan. ini bukan mimpi.
sagara telah kembali ke masa lalu.
di dalam hatinya, ia tahu ada satu alasan mengapa ia diberikan kesempatan ini. sesuatu yang selalu menghantuinya di masa depan. sesuatu yang, jika dibiarkan, akan berakhir dengan penyesalan yang sama.
namun, bisakah ia benar-benar mengubahnya? ataukah takdir tetap akan berjalan seperti seharusnya?
All Rights Reserved