Sagara's echoes of time

Sagara's echoes of time

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 1, 2025
"andai waktu bisa diputar... aku ingin... biiipppp..." suara itu menggema di benak sagara sebelum semuanya menjadi gelap. kesadaran perlahan menghilang, dan ia merasa tubuhnya melayang di ruang hampa. lalu, sekejap kemudian- ia terbangun. dinginnya meja kayu menyentuh pipinya. suara riuh rendah terdengar di kejauhan. matanya terbuka, dan yang pertama kali ia lihat adalah papan tulis yang sedikit usang, jendela besar dengan sinar matahari sore yang masuk menerangi ruangan, dan deretan bangku yang tertata rapi. ini... kelasnya. tapi ini tidak mungkin. dengan napas tertahan, sagara menatap seragam putih abu-abu yang melekat di tubuhnya. tangannya gemetar saat ia merogoh saku, menarik keluar sebuah ponsel lama. layar menyala, menampilkan tanggal yang membuat jantungnya hampir berhenti. "tidak mungkin... ini tahun terakhirku di sma." ia bangkit dengan tergesa, matanya liar menelusuri keadaan sekitar. ia mengenali semuanya-teman-temannya yang dulu, papan pengumuman di depan kelas, bahkan aroma khas kantin yang samar-samar tercium dari kejauhan. ini bukan mimpi. sagara telah kembali ke masa lalu. di dalam hatinya, ia tahu ada satu alasan mengapa ia diberikan kesempatan ini. sesuatu yang selalu menghantuinya di masa depan. sesuatu yang, jika dibiarkan, akan berakhir dengan penyesalan yang sama. namun, bisakah ia benar-benar mengubahnya? ataukah takdir tetap akan berjalan seperti seharusnya?
All Rights Reserved
#313
mistery
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Auri, Cigarettes and Life
  • 74/366
  • WARISAN
  • Ex or New? [REVISI]
  • 𝐎𝐀𝐒𝐈𝐒 𝐌𝐄𝐍𝐆𝐈𝐊𝐈𝐒?
  • Keazen (a sly world) TERBIT!
  • Anaking

Cover by pinterest kebebasan, uang dan kekuasaan. tiga hal yang sudah lebih dari cukup untuk Auri. menghabiskan hari seperti remaja pada umumnya, bersenang-senang, dan melakukan apapun yang ia mau. entah sejak kapan, hal-hal ini menjadi rutinitas bagi pemuda itu. namun, pada akhirnya hidup bukan hanya tentang bahagia. meski ia telah terpontang-panting dan babak belur di masa lalu, kemudian mendapatkan kesenangan bak sebuah mukjizat, pada akhirnya sesuatu akan kembali menghantam. tidak akan membiarkan hidup hanya diisi oleh tawa bahagia. Auri tak pernah terpikirkan sama sekali jika apa yang ia rasakan sekarang akan secara perlahan terkikis. hanya karena sebuah rahasia masa lalu dan masa kini yang perlahan terkuak oleh seseorang yang bahkan tak pernah terpikirkan di benak Auri untuk mengenal. hiperbola, mungkin saja orang berpikir seperti itu. tetapi bagi Auri yang telah melewati beberapa hal menyakitkan, mendapatkan masalah lagi rasanya akan membuatnya gila.

More details
WpActionLinkContent Guidelines