SAAT EGO BICARA, CINTA TERLUKA

SAAT EGO BICARA, CINTA TERLUKA

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 19, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
[CERITA PENDEK] Namaku RAISHA ELARA HUJANI. Sesuai namaku, aku selalu jatuh cinta pada hujan-baunya, suaranya, bahkan dinginnya. Aku tahu, setiap kali aku nekat main hujan, tubuhku pasti menyerah. Flu, batuk, demam. Tapi tetap saja, aku tidak kapok. Dan entah kenapa, aku merasa hujan memahami hatiku lebih dari siapa pun. Termasuk Affan. AFFAN NAUFAL ARSYAD. Laki-laki tinggi, tampan, dan terlalu serius untuk ukuran pacar yang sabar. Tapi, dari sekian banyak yang mengejar, hanya dia yang bisa menaklukkan egoku-awalnya. Kami pacaran sejak masa kuliah. Satu tahun berjalan, dan semuanya terasa seperti roller coaster. Aku yang manja, sensitif, suka marah kalau dicuekin. Dia yang tegas, keras kepala, dan kadang terlalu dingin saat aku cuma butuh sedikit pelukan atau validasi. ... "aku yang kurang sabar, apa kamu yang pengen bubar?" ... bagaimana kisah mereka? isi cerita ini campur aduk, bisa bikin kalian baper, nangis, kesel. PLAGIAT MENJAUH YA, NONO❗ jangan lupa follow sebelum baca') ig:mikasiamardwn_ tt:mikaxsall2
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Nakula
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Prahara Lamaran [END]
  • Kembang Desa
  • Stand by Me (END + MASIH BERANTAKAN, INI TULISAN PERTAMA GUE WOI MAKANYA BRNTKN)
  • Salah Status [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines