Aksara Rasa

Aksara Rasa

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 3, 2025
بسم الله الرحمن الرحيم Dalam riak takdir yang sunyi, dua hati bertaut tanpa suara. Aksara Muhammad Jibran, lelaki yang namanya serupa untaian hikmah, menjelma layaknya chandrakānta-permata bulan yang bercahaya dalam kesederhanaan. Wajahnya memesona, tetapi lebih dari itu, akhlaknya meneduhkan, membuat banyak hati tertambat tanpa ia sadari. Di sudut ruang yang tak terjamah, Aynara Khadijah Jennaira menata rasa dalam diam. Seperti anindita-ia indah dalam tutur dan sikap, namun tak pernah merasa cukup untuk sosok seagung Aksara. Ia memilih jalan sunyi, memperbaiki diri, menghidupkan cahaya dalam jiwanya, bukan demi dipandang, tetapi demi sebuah dharmika-kesempurnaan dalam keimanan. Namun takdir adalah pena yang menulis tanpa bisa dihapus. Tatkala mata-mata mereka bersitatap, ada rindu yang tak berani tumbuh, ada doa yang saling bertaut di langit yang sama. Di antara langkah-langkah yang menjauh, mungkinkah ada jalan bagi mereka untuk kembali berpadu dalam restu semesta? Happy reading ✰ Start : 2/3/2025 End : -
All Rights Reserved
#679
crush
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Imam untuk Gladysa✓
  • Cinta Dalam Hijrah || SELESAI
  • Berkisah Untuk Berpisah (On Going)
  • Cahaya Iman Gus Berandal (on going)
  • Semesta Untuk Fatih [END] TERBIT✔️
  • Arta & Azkia
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • THE SECRET LOVE
  • [DSS 1] Dear Allah [Tamat di KBM App]

Gladysa Makmuma Al-Fath. Seorang perempuan yang selalu mengusik ketenangan seorang Imam El. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Galydsa sangat membenci Imam, beda dengan kaum Hawa lainnya yang selalu memuji Imam bagaimana pun keadaannya. Yang satu kalem, yang satu cerewet. Yang satu tenang, yang satu emosian. Yang satu bodo amatan, yang satu selalu nyinyir. Yang satu adem anyem, yang satu selalu kepanasan. "SUMPAH! GUE BENCI BANGET! KENAPA PAPI GUE NAMAIN GUE ADA MAKMUMNYA?!" "Lo emang tercipta buat jadi makmumnya Imam, Sa." "NAJIS!" Imam itu alim, tenang, ketua hadroh, pengurus rohis, ketua OSIS. Para fansnya kalo ngeliat dia rasanya udah kayak tiduran di ubin Masjid. Adem banget, apalagi kalo habis ngerjain soal MTK. Beda lagi kalo Gladysa yang ngeliat Imam, bawaannya panas mulu. "Senyum mulu, sok cool pula! Dih, amit-amit. Sok kegantengan banget! Gantengan juga Papi gue. Alay banget, tuh, cewek-cewek! Dasar tukang caper!" Hingga suatu kejadian membuat Gladysa ingin hilang dari muka bumi ini, terlebih kedua orang tua mereka amatlah dekat. ×××× "Info! Cewek kalo ultah biar seneng dikasih apa?" "Qobiltu." Imam tersenyum kecil. "Lo ngode? Tapi, kan, gue udah ngucap qobul." "Lo ketagihan gue halalin?" Satu lagi tentang Imam, cowok itu selalu iseng dengan orang-orang tertentu. Yang satu tukang ngisengin orang, yang satu tukang salting ala-ala dedemit. "Ketika jatuh cinta pilihannya hanya dua. Bersatu dalam akad atau berpisah dalam taat."

More details
WpActionLinkContent Guidelines