My Sweet Enemy

My Sweet Enemy

  • WpView
    Reads 686
  • WpVote
    Votes 82
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 2, 2025
"Kita putus!" Dua kalimat terlontar dari mulut seorang lelaki yang baru berusia 13 tahun. Matanya menatap wanita yang ada di depan dirinya dengan kekesalan. "Kenapa?" Berbeda dengan sang lelaki, raut wajah gadis itu terlampau tenang. Lelaki itu membulatkan kedua matanya. Tak habis pikir dengan gadis di depan nya. "Kenapa?!. Kamu masih mau bilang kenapa?, gak ingat kamu pergi tanpa kabar sama sekali, kamu hilang dua minggu dari asrama dan kamu gak pernah kasih aku kabar tentang keadaan kamu!" Emosi lelaki itu semakin meningkat. "Kamu gantung aku tahu gak!" Melihat sang gadis hanya terdiam, lelaki itu pun berbicara kembali. "Asal kamu tahu ya, aku udah pacaran sama rhea. Dia sangat baik, dia bahkan lebih cantik dari kamu, dia bisa ngertiin aku, gak kayak kamu yang- Sebelum lelaki itu menyelesaikan ucapan nya, sang gadis sudah lebih dahulu berlari meninggalkan dirinya. "Dasar cewek dingin gak punya hati!!" Teriak sang lelaki karena masih menyimpan banyak kekesalan. Sang wanita terus berjalan dengan cepat, namun telinganya masih bisa mendengar jelas perkataan terakhir dari sang lelaki. "Dasar cowok sok kegantengan!" Gerutunya dengan menahan amarah.
All Rights Reserved
#400
scandal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • What Is The Meaning Of Waiting? -END-
  • About You (on Going)
  • ME AND MY HUSBAND (Let's Get Married)
  • Because I'm Stupid (End)
  • Zona De Amigos
  • Un Crush! [TERBIT]
  • VIA-AMARA
  • OUR STEP
  • RAFA(Rain Rafa)

Terlalu sulit untuk melupakan semua kenangan dulu yang membekas di otak ku. Perasaan dulu yang membuat ku merasakan jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya jika di dekatnya. Itu hanya dulu. Kini semunya telah berubah. Kini dia telah tiada untuk selamanya. Dia yang dulu selalu menemaniku, setia mendengarkan ocehanku, yang membuat ku tertawa akibat kelukannya, semuanya telah tiada. Dia sempat pergi sementara. Tapi sekarang dia pergi untuk selama-lamanya. "Kenangan tidak akan pernah pergi, ia ada tersimpan di dasar hati. Dia tak berkata, hanya bisa menyampaikan lewat rasa."

More details
WpActionLinkContent Guidelines