confinement apartment

confinement apartment

  • WpView
    Reads 16,831
  • WpVote
    Votes 1,754
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadComplete Mon, Aug 4, 2025
seorang anak kecil perempuan berusia 10 tahun yang ditukar oleh orang tuanya sebagai pelunas hutang dan diserahkan kepada pria berusia 22 tahun, seorang anak pengusaha ternama di Korea. Hyunsuk yang awalnya hanya di suruh oleh papa nya untuk menagih hutang kepada pasangan suami istri, begitu geram karena mereka tidak mampu membayar. mereka malah menawarkan seorang gadis kecil untuk ia bawa sebagai pelunas hutang, dengan jaminan gadis itu akan menuruti semua perintahnya. Hyunsuk yang tertarik pun akhirnya setuju dan membawa gadis itu ke apartemen nya dan mengurungnya disana tanpa diketahui siapapun. gadis kecil itu menjadi samsak nya ketika kesal dan harus menuruti segala perintahnya. penasaran dengan kelanjutan nya? baca cerita selengkapnya disini. ⚠️adegan kekerasan
All Rights Reserved
#361
darkside
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • WHY DOES MY BROTHER HATE ME?  [REV] √
  • Dark Side || Jake Sim [Enhypen]
  • AKU SALAH APA, HYUNG?(HIATUS)
  • Psyhcopath MinYoongi #END
  • Dare To Love 2
  • DOMINION
  • TEENAGERS|Lengkap
  • Lumen Spei. [Ongoing]
  • Going Crazy ( Choi Hyunsuk X Lee Seoyeon )

⚠️DALAM TAHAP REVISI ⚠️ [SUDAH TAMAT] FOLLOW TO READ READER!!! Sejak kepergian kedua orang tuanya dalam sebuah kecelakaan tragis, kehidupan seorang gadis muda berubah menjadi mimpi buruk. Ia tinggal bersama ketujuh kakaknya-orang-orang yang seharusnya menjadi pelindung dan penghibur, namun justru menjadikannya kambing hitam atas kehilangan mereka. Tanpa bukti dan tanpa alasan yang masuk akal, ketujuh kakaknya menuduhnya sebagai penyebab kematian orang tua mereka. Hati yang dulu penuh kasih berubah menjadi bara amarah yang terus membakar, menciptakan jurang dalam keluarga mereka. Gadis itu hidup dalam bayang-bayang rasa bersalah yang tak pernah ia pahami, terpenjara oleh luka yang ditinggalkan oleh keluarga sendiri. "Apa salah ku?" ucapnya dengan suara lirih, tak mengerti mengapa ia harus menanggung semua ini. "Oppa, maafkan aku... hiks." "Arghhh! Jangan siksa aku lagi!" teriaknya dalam ketakutan, tubuhnya gemetar setiap kali langkah kaki para kakaknya mendekat. "Oppa... tolong aku... bantu aku... hiks..." "Eomma... Appa... aku rindu... bawa aku pergi... hiks..." Hanya rasa rindu yang menjadi temannya setiap malam. Rindu akan pelukan hangat sang ibu, dan suara tenang sang ayah. Di tengah gelapnya kebencian yang terus membayangi, apakah masih ada secercah harapan untuk gadis kecil itu menemukan cahaya dan kasih yang hilang?

More details
WpActionLinkContent Guidelines