We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Future

Future

  • WpView
    Reads 207
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 7, 2015
WpInfo
Fanfic
BIGBANG
Sebut saja aku gadis urakan yang kadang suka membuat onar demi bisa mendapatkan perhatian laki-laki pemilik wajah murung bernama Lucan Quill, Kaka tiri paling dingin seantero bumi, bagai gunung es dibenua artik, tak pernah mau menolehku barang secuilpun kendati sudah berbagai macam cara kulakukan agar dia mau melihatku barang sekali tengok saja. Bukan hal mudah jika ingin kukatakan hal gila apa saja yang telah kulakukan demi dia, mungkin salah satu hal paling ekstrim adalah, aku yang sengaja mencuri mangga muda milik tetangga sampai harus dipanggil kekelurahan. Lalu, tau-taunya ketika aku menapaki habitat baru, akibat diusir dari 'sekolah' ku yang lama gegara menonjok anak gadis orang yang sudah dengan lancangnya mengatai suamiku "GDRAGON BIGBANG" amat sangat kurus macam triplek bekas, badan lempeng mulus macam jalan tol dan sebagainya, Aku dihadapkan lagi dengan masalah baru yang membuatku pusing tujuh kali tujuh keliling.
All Rights Reserved
#294
chan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THE DEMONIC YOUNGEST DAUGHTER
  • Wasted Princess [On Going]
  • Kim hanbin my husband💕💕
  • THE FATED 1 ; MY LUNA [ END ]
  • Kisah Asmara Kaum Rebahan Vs Tukang ngambek
  • Switch Over
  • My Precious Luna (END)
  • Bos Galak (ON GOING)
  • BEBY MOCIL... ( END )
  • KING OF SNAKE

Aku tahu takdir memang selalu bercanda padaku, mungkin lebih tepatnya merundungku. Sedari awal hidupku tidak berjalan baik. Bukan, bukan melarat apalagi bekerja bagai kuda hanya untuk sesuap nasi, tetapi menjadi anak dari konglomerat yang meneteskan liur pada reputasi. Aku lah anak yang ditempa sekeras mungkin oleh orangtuaku untuk meraih reputasi impian mereka. Kurasa meski aku hancur berkali-kali, tumpul berkali-kali, dan berkarat berkali-kali; orangtuaku masih menarik leherku dengan paksa untuk bekerja demi reputasi mereka. Aku yang hidup seperti itu, kurasa dengan mati setidaknya bisa terbebas. Namun, bak keluar kandang buaya masuk kandang harimau, aku terbebas dari orangtuaku akan tetapi jatuh ke dalam genggaman entitas lain. Dewa yang menyeretku paksa untuk menjalani kehidupan seseorang yang kuberi iba secuil biji jagung. Libitina Kaltain. Karakter dari novel yang kubaca kala memiliki waktu luang sebiji kecil. Bukan, bukan pemeran utama yang menakjubkan apalagi pemeran penjahat. Tapi hanya pemeran pendamping yang bahkan hanya muncul sekali. Sang tumbal peperangan, keturunan yang menyedihkan dari Keluarga Kaltain. Anak yang hanya muncul saat keluarganya mengorbankan dirinya demi memenangkan peperangan. Anak yang malang, begitulah kupikir. Jika tahu rasa Ibaku yang ternyata membawaku ke sini, maka lebih baik kuludahi saja namanya. Libitina Kaltain, aku hidup kembali dalam tubuh penuh luka dan tak berdaya miliknya. Menjalani hidup menyedihkan Libitina yang bahkan lebih rendah dari budak, dianggap sampah keluarga yang tidak pernah dipandang. Aku hidup sebagai dirinya, sekaligus menanggung takdirnya yang entah apa. Bersamaan dengan kebingunganku pada Dunia dan takdirku sendiri, kata mengapa yang menggerayangi. Mau bagaimanapun aku harus bertahan di sini, meski bersamaan dengan kemarahan yang tumbuh membukit, serta dendam dan kebingunganku. Mungkin juga secuil harapanku. . _____________________ Warning: terdapat kata-kata kasar! Slow update

More details
WpActionLinkContent Guidelines