Judgment[psycho]

Judgment[psycho]

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 2, 2025
Dendam bukan sekadar kemarahan, tapi luka yang menolak sembuh. Luka yang menggerogoti hati, membisikkan satu kata berulang kali: balas. Bertahun-tahun lamanya, rencana demi rencana dirancang dengan sempurna. Setiap langkah diperhitungkan tanpa celah, setiap detail disusun dengan presisi. Ini bukan sekadar pembalasan-ini adalah keadilan yang seharusnya ditegakkan. Jika hukum tunduk pada mereka yang berkuasa, maka aku akan menjadi hakimnya. Jika uang bisa membeli kebebasan bagi para pendosa, maka aku akan memastikan mereka membayar dengan nyawa. Mereka pikir bisa lolos. Mereka pikir dunia akan melupakan. Tapi aku ada di sini, membawa hukuman yang pantas untuk mereka. "Tunggulah, hari penghakiman telah tiba
All Rights Reserved
#13
hakim
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sereina
  • Kardus Kematian (Detektif Pramudya & Sakti)
  • AWAYAN
  • Psikopat Yang Berbeda
  • Setan Merah
  • "LOVE AGAIN"
  • Dormant [BL]
  • The Dark Side(END)
Sereina

BELUM REVISI (18+ banyak adegan kekerasan dan manipulatif. Diharapkan untuk tidak meniru maupun melakukan hal-hal tersebut di kehidupan nyata. Cerita ini hanya fiksi semata.) Seorang anak harus menyaksikan kematian tragis dari kedua orang tuanya. Dalang dibalik kejadian itu adalah pamannya sendiri yang selama ini dia hormati. Gadis yang tidak tau apa-apa dibuang jauh dari rumahnya. Semua harta yang seharusnya diturunkan untuknya lenyap tidak tersisa. Hal itu melahirkan dendam yang sangat besar. Bagaimana jadinya gadis berusia 12 tahun sudah lihai menggunakan pisau. Semua rencana sudah disusun matang dalam otak kecilnya. "Tunggu saja. Sampai mati pun akan ku buat kamu bertekuk lutut di hadapanku." Ia harus hidup dalam pelarian serta menyembunyikan identitasnya. Banyak rintangan yang menghadang dari pembullyan, pengkhianatan, sampai percobaan pembunuhan. *** "Apa kamu mau bermain permaian kecil bersamaku?" katanya seraya menyeringai dibalik topeng disertai tangannya yang memainkan domino. 'Perlahan tapi pasti. Aku akan datang untuk menghancurkanmu.' #5 balasdendam [5-8-2022] #4 kejam [3-1-2023] #1 sadis [1-5-2024] Halo ... Cuma segitu dulu ya hehe kalau kepo silakan dibaca 😆 DILARANG PLAGIAT!! 🚫🚫🚫

More details
WpActionLinkContent Guidelines