Judgment[psycho]

Judgment[psycho]

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 2, 2025
WpInfo
Fiction
Mystery
Dendam bukan sekadar kemarahan, tapi luka yang menolak sembuh. Luka yang menggerogoti hati, membisikkan satu kata berulang kali: balas. Bertahun-tahun lamanya, rencana demi rencana dirancang dengan sempurna. Setiap langkah diperhitungkan tanpa celah, setiap detail disusun dengan presisi. Ini bukan sekadar pembalasan-ini adalah keadilan yang seharusnya ditegakkan. Jika hukum tunduk pada mereka yang berkuasa, maka aku akan menjadi hakimnya. Jika uang bisa membeli kebebasan bagi para pendosa, maka aku akan memastikan mereka membayar dengan nyawa. Mereka pikir bisa lolos. Mereka pikir dunia akan melupakan. Tapi aku ada di sini, membawa hukuman yang pantas untuk mereka. "Tunggulah, hari penghakiman telah tiba
All Rights Reserved
#556
sadis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Payback's Sweet
  • Red String
  • "LOVE AGAIN"
  • Setan Merah
  • After The Rain
  • Senja Termendung
  • Mr X
  • 𝔄𝔰𝔥𝔢𝔰 𝔬𝔣 𝔱𝔥𝔢 𝔉𝔞𝔩𝔩𝔢𝔫
  • Hollow Verdict

Payback's Sweet Rasa sakit yang menggores dalam, luka yang tak kunjung sembuh, dan tekanan yang terus menghantui menjadi teman setia dalam hidupnya. Setiap malam diisi oleh bayangan masa lalu yang kelam, setiap pagi diawali dengan tekad untuk membalas penderitaan yang pernah ia alami. Namun, di balik amarah yang menyala-nyala, tersembunyi tanda tanya. Apakah balas dendam akan mengembalikan segalanya? Atau justru menjerumuskannya ke dalam kegelapan yang lebih dalam? Ini bukan sekadar kisah tentang pembalasan, tapi tentang seorang manusia yang terjebak antara keinginan menghancurkan atau kerinduan akan kedamaian. Sebuah kisah tentang luka yang tergores dalam, dendam membara, dan pembalasan yang haus akan kesempurnaan. Hidup dalam dunia yang dimana setiap kesalahan harus dibayar tunai, siapa yang akan tersenyum terakhir? ________ "Dendam itu seperti anggur yang semakin tua-semakin lama disimpan, semakin memabukkan. ketika saat pembalasan tiba, ia tak sekadar pahit, tapi juga... manis." "karena hidup bukan tentang memaafkan, tapi tentang membalas dengan senyum palsu, tipu daya yang sempurna, permainan pikiran, sampai mereka terjatuh dalam lubang yang mereka gali." __________ Setelah membaca harap vote dan komen.❤️👍

More details
WpActionLinkContent Guidelines