The Gihandaroe's

The Gihandaroe's

  • WpView
    Reads 49,013
  • WpVote
    Votes 3,818
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 25, 2026
Lahir di keluarga yang terpandang mungkin akan mengira semua yang diinginkan akan dapat dimiliki hanya dengan menggunakan privilege. Namun, memiliki keluarga populer tidak mesti tentang keuntungan dan kemudahan tapi juga tentang petarungan, perjuangan dan kebebasan. Menjadi cucu dari seorang Gihandaroe tidak membuat keenam putra mahkota itu tunduk. Karena, mereka akan selalu mencari jati diri sendiri tentang makna keluarga dan ketulusan. Tanpa memandang nama belakang yang sudah disematkan sejak mereka lahir. Keluarga tetap nomor satu. Apapun yang terjadi didepan mereka, hanya keluargalah tempat pulang paling nyaman dan aman. Walaupun, dibalik itu pasti ada sebuah luka yang harus mereka sembunyikan san mencoba menyembuhkan sendiri. cover from Canva.
All Rights Reserved
#7
jaemin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 7 Lentera Nenek [NCT Dream]
  • HAIDEN
  • Possessive Family [SELESAI]
  • Don't hate me || Jeno Jaemin [END]
  • Air Mata di Ujung Kertas [TAMAT]
  • Find Happiness || END
  • Keluarga Gasendra || S2
  • Sandyakala | Haechan

[Revision process] Rumah itu bukan yang terbesar, bukan pula yang termewah. Tapi di dalamnya tersimpan cerita tentang tawa, cinta, dan perjuangan seorang nenek yang membesarkan tujuh cucu laki-lakinya seorang diri. Mereka berbeda, sering berbenturan. Dan hanya Nenek yang menjaga agar tujuh lentera itu tetap menjadi cahaya di tengah gelapnya luka. "Kalian bisa terus membenci, tapi kalian juga harus sadar... kalau terus menggenggam bara, tangan kalian sendiri yang terbakar." Pesan itu perlahan mulai terancam redup, tenggelam dalam amarah yang tak lagi bisa dibendung. ______________________________ "Bukan Mas doang yang punya luka!" - Hasan. "Tugas kalian cukup banggain Nenek sama mendiang Bapak. Sesulit itu?" - Malik. 
"Mas pikir, cuman Mas yang mikir ini semua? Gue juga mikirin keluarga, Mas!" - Rian. "Galang masih di sini! Kenapa semuanya sibuk salahin satu sama lain, sementara Galang kalian tinggal?!" - Galang. "Dari awal, Naka selalu usaha jaga semuanya tetep waras.. tapi rasanya kaya ngurus bangkai rumah. Gak ada yang hidup di dalem sini." - Naka. 
"Gua takut! Gua takut kalo gua terus di sini, gua bakal benci sama kalian semua. Gua gak mau itu." - Janu. 
"Mas tuh egois," - Gilang. ______________________________ Masih bisa kah mereka saling menggenggam, sebelum cahaya dalam diri mereka benar-benar padam? Kamis, 20 Februari 2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines