Awan yang Tak Lagi Kelabu

Awan yang Tak Lagi Kelabu

  • WpView
    Membaca 39
  • WpVote
    Vote 7
  • WpPart
    Bab 8
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Mar 4, 2025
Semua rasa sakit ada pada Joo Se Yon. Ia tak pernah menyimpan dendam, tapi bukan berarti ia lupa. Dulu, dunia sekolahnya adalah neraka, dengan Choi San sebagai salah satu iblisnya. Kata-kata tajam, tawa ejekan, dan tatapan merendahkan adalah makanan sehari-harinya. Se Yon tak pernah membalas, hanya menerima, berharap semuanya berlalu. Dan akhirnya, waktu membawanya pergi meninggalkan masa lalu di belakang. Atau setidaknya, itulah yang ia pikirkan. Sampai takdir mempertemukannya kembali dengan Choi San. San telah berubah. Ia bukan lagi bocah kejam yang menertawakan kelemahan orang lain. Kini, ia justru terpikat oleh Se Yon, perempuan yang dulu ia sakiti tanpa alasan. Tapi luka tak selalu bisa sembuh dengan permintaan maaf, dan hati Se Yon telah belajar untuk tidak mudah percaya. Di bawah langit yang dulu selalu kelabu, bisakah mereka menemukan warna baru? Atau apakah awan mendung di antara mereka terlalu pekat untuk dihapus? Sebuah kisah tentang luka yang tak terlihat, penebusan yang tak mudah, dan cinta yang datang di saat yang tak terduga.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#292
choisan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • And I Return to You
  • You Are My Only One (REVISI)
  • KEPERGIAN SENJA
  • Between My Revenge and Your Wounds
  • Fiana Or Riana [ END ]
  • ALGANESSA
  • Payback's Sweet
  • Bayangan Rahasia
  • 𝓑ehind the rain

Cerita ini mengisahkan seorang siswa yang hidupnya penuh penderitaan, baik di sekolah maupun di rumah. Ia adalah seorang anak yang lugu, mudah sakit, dan terperangkap dalam masa hidup yang kelam. Di sekolah, ia selalu menjadi sasaran bullying. Teman-temannya menjauhinya, bahkan tak ada satu pun yang mau berteman dengannya. Setiap hari, ia merasa kesepian dan tak berdaya, terjebak dalam dunia yang penuh rasa sakit dan penghinaan. Di rumah, kondisi yang lebih buruk lagi menunggunya. Kedua orang tuanya tidak menunjukkan kasih sayang sama sekali. Alih-alih memberikan dukungan, mereka justru menyiksanya, baik secara fisik maupun emosional. Setiap kali ia mendapatkan nilai yang buruk, atau bahkan tidak mendapatkan nilai seratus, ia akan dihukum dengan tidak diberi makan dan terus disiksa. Kata-kata yang terlontar dari orang tuanya begitu menyakitkan, membuatnya merasa seperti anak yang tidak berguna dan tak pantas untuk dihargai. Kondisi ini membuatnya terpuruk dalam keputusasaan. Ia merasa hidupnya tidak berarti dan mulai berpikir untuk menyerah. Setiap kali dibuli atau disiksa, ia hanya pasrah dan tidak berdaya, seakan-akan dunia ini terlalu berat untuk ia hadapi. Ia tak pernah merasakan kehangatan keluarga yang seharusnya menjadi tempat pelindungnya. Ia selalu iri melihat kebahagiaan orang lain, namun dirinya tak pernah merasakannya. Di luar, wajahnya selalu datar, tak pernah ada senyum yang menghiasi wajahnya. Luka-luka fisik dan emosional yang ia alami menjadi beban berat yang membentuk dirinya menjadi sosok yang tertutup dan terpuruk. Ia hanya bisa bersembunyi di balik kesedihan, tak tahu harus bagaimana lagi untuk bertahan. Bagaimana kisahnya akan berlanjut? Akankah ada secercah harapan yang datang untuk mengubah hidupnya? Mari kita saksikan perjalanan hidupnya yang penuh dengan perjuangan dan air mata... cerita ini murni dari pikiran yana sendiri dan jangan plagiat!!

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan