Indonesian's Lethal Standard

Indonesian's Lethal Standard

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 3, 2025
Di zaman ini, cewek cantik hidup di level easy mode. Kalau lo cakep, lo dipuja. Kalau lo standar, lo invisible. Kalau lo jelek? Lo siap-siap aja jadi di blacklist dari sosial [orang-orang bodoh]. Dericka tahu betul gimana rasanya jadi yang terakhir. Wajah gradakan, berminyak, bibir pucat, dan nol pengalaman menggunakan skincare. Di sekolah, dia bukan sekadar "tidak cantik"-dia dianggap menjijikkan. Cowok-cowok memandangnya dengan jijik, cewek-cewek merasa superior, dan bahkan guru pun tidak peduli kalau dia dibully. Sampai akhirnya, dia menyerah. "Mah, aku gak mau sekolah lagi." Alih-alih dikasih solusi yang normal, ibunya malah ngajak nge-gym. Dan entah gimana caranya, satu tahun kemudian... Dericka yang dulu feminin, lemah, dan insecure... Berubah jadi Ron. Tinggi 182 cm. Berat 124 kg. Semua otot. Rahang tegas, suara lebih berat, dan... lebih ganteng dari 90% cowok di sekolahnya. Sekarang, dia gak peduli lagi soal kecantikan. Dia main futsal, latihan tinju, dan kalau ada yang berani ganggu Mia-cewek kutu buku di kelasnya-dia langsung turun tangan. Ironisnya? Mia malah ngecrush. Tapi standar kecantikan di Indonesia gak segampang itu untuk dikalahkan. Bahkan setelah jadi monster dengan fisik overpower, Ron tetap dianggap "aneh." Jadi, siapa yang salah? Ron yang gak sesuai standar? Atau standar yang udah terlalu absurd? Genre: Komedi Slice of Life Satire Sosial Coming of Age "Dulu dibilang jelek, sekarang dibilang aneh. gimana sih, manusia..!"
All Rights Reserved
#20
tiktok
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THE VIP : GOLDEN HIGH SCHOOL
  • SMA : Stres Manis Aja [END] Tahap Revisi
  • JENLISA IN SCHOOL
  • Lala untuk Ardi | Seni Mencintai Secara Ugal-ugalan
  • The Number You Are Trying to Reach is Not Reachable
  • 𝔼𝕊𝕋𝔸𝔽𝔼𝕋 𝕋☠️𝕏𝕀ℂ [ Re-up. New version ]
  • [BL] Sudden Omega
  • friend and future [Iq-nam] (End)
  • TRIPLETS J [ ON GOING ]
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI

Sekolah. Sekedar ladel atau judul untuk bangunan yang menjulang tinggi yang menerima ratusan remaja yang katanya menuntut ilmu pendidikan. Apa itu sekolah? Yang ia tahu tempat ini adalah jelmaan neraka atau versi terbaru, kecilnya. "Lo!!! Benar-benar licik!!" Teriakan itu meledak ke udara penuh emosi yang tidak bisa di jelaskan. "Hahahaha." Tertawa menggema, palsu, dan nyaring. Tangan terangkat menghapus jejak air mata gaib, padahal tidak ada air mata yang turun dari netra cokelatnya, mata itu kering tangis itu hanya sandiwara. Tawanya padam secepat kilat, seketika wajah itu berubah serius, seolah tidak pernah mengenal tawa. "Thanks for the praising to me." Wajah yang tadinya tertawa ceria langsung tergantikan dengan wajah yang berubah dingin, bahkan aura mengintimidasi mencekam lawan. "Gue nggak suka basa-basi," katanya pelan tapi menusuk. "Keluar dari sekolah ini dan point nilai lo untuk gue! Atau......." Senyumnya miring dan beracun terukir. "Scandal lo gue sebar," tersenyum smirk. Menatap wajah gadis di depannya yang sudah pucat. "Lo ngancem gue??" Sebisa mungkin siswi bernama Velena itu terlihat berani. Ia tidak mau kelihatan takut di depan gadis dengan tai lalat di ujung mata kanannya itu. "No!" "Hanya memberikan saran," ujarnya santai." Saran gue ini bagus, nyelametin lo dari rasa malu, kedepannya."

More details
WpActionLinkContent Guidelines