Seven Cups!

Seven Cups!

  • WpView
    Reads 139
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 7, 2025
Tujuh cangkir. Sora tidak pernah memintanya, tapi ia menerimanya-satu per satu, di tempat yang berbeda, dari tangan yang berbeda. Kopi yang tak ia pesan, tapi selalu ada di hadapannya, seakan mengingatkannya pada sesuatu yang terus ia hindari. Di Melbourne, ia hanya ingin melupakan. Tapi cangkir-cangkir itu, dan seseorang di baliknya, perlahan membawanya kembali-pada kehilangan yang masih mengendap di dadanya, pada pertanyaan yang belum ia jawab, dan pada kemungkinan yang selama ini tak berani ia lihat. Setelah tujuh cangkir, apakah ia akhirnya siap untuk berhenti berlari?
All Rights Reserved
#143
kopi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berlari Untuk Menyerah [TERBIT CETAK]
  • The Coffee Crush
  • Our Coffee (Completed)
  • BELENGGU MASA | Hiatus Sementara
  • Love Is Coffe Away (Myungnyang/Daengsung)
  • Espresso
  • Coffee Shop Serendipity [ ON GOING ]
  • Langit Sore di Meja Redaksi
  • [END] Sunday Morning
  • My Barista Boy(Friend)

SEGERA NAIK CETAK Riani dan Danu menganggap bahwa satu sama lain adalah teman minum kopi paling asik yang pernah ditemui. Kopi hitam yang pekat semakin mengikat mereka. Dua insan tak saling kenal bertemu menghabiskan waktu semalamam berharap mampu mengangkat kepahitan. Gejolak rasa mulai muncul namun apakah ada perubahan jika mereka terus berlari untuk menyerah. Danu pernah berkata, "The smell of coffee is almost the same as the smell of love, because love has a taste like the enjoyment of coffee." Sejak saat itu Riani merasa bahwa pria itu menyadarkan bahwa setiap ampas yang tersisa di cangkir menyisakan kenangan yang indah. Dan tentang esensi setiap kup kopi mampu membuka pikiran akan hal besar. Segala kalimat yang tak pernah terucap akhirnya muncul kepermukaan. Kejujuran besar kian terungkap. Masalah demi masalah kian menemukan titik akhir. Hingga tersadar pertemuan singkat itu menyisakan sebuah keputusan besar, untuk memperbaiki yang telah rusak dan menjalani kisah yang mulanya tak diharapkan. Berlari Untuk Menyerah.Copyright©2018-2020. Aila Radit

More details
WpActionLinkContent Guidelines