Seven Cups!

Seven Cups!

  • WpView
    Reads 144
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 7, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Tujuh cangkir. Sora tidak pernah memintanya, tapi ia menerimanya-satu per satu, di tempat yang berbeda, dari tangan yang berbeda. Kopi yang tak ia pesan, tapi selalu ada di hadapannya, seakan mengingatkannya pada sesuatu yang terus ia hindari. Di Melbourne, ia hanya ingin melupakan. Tapi cangkir-cangkir itu, dan seseorang di baliknya, perlahan membawanya kembali-pada kehilangan yang masih mengendap di dadanya, pada pertanyaan yang belum ia jawab, dan pada kemungkinan yang selama ini tak berani ia lihat. Setelah tujuh cangkir, apakah ia akhirnya siap untuk berhenti berlari?
All Rights Reserved
#88
australia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Coffee Crush | On Going
  • Coffee Shop Serendipity [ ON GOING ]
  • BELENGGU MASA | Hiatus Sementara
  • My Barista Boy(Friend)
  • BAND AID
  • LOVE YOU, A LATTE [COMPLETE]
  • Love Is Coffe Away (Myungnyang/Daengsung)
  • Langit Sore di Meja Redaksi

The Coffee Crush Di hari Kavya's Cafe membuka pintunya untuk pertama kali, Falisha Lyria tak pernah menyangka bahwa satu langkah kecilnya masuk ke dalam ruangan itu akan mengubah arah hidupnya. Ia hanya berniat singgah. Memesan kopi. Lalu pulang seperti biasa. Namun ia bertemu Aksananda Kavizra---pemilik kafe dengan cara bicara yang tenang dan keyakinan yang terasa terlalu meyakinkan untuk sekadar kebetulan. Sejak awal, Aksa tak pernah terdengar ragu. Ia berbicara tentang masa depan dengan seolah-olah Falisha sudah ada di dalamnya. Dan bagi seseorang yang tak pernah benar-benar dipilih sebelumnya, kepastian itu terasa seperti rumah. Kedekatan mereka tumbuh tanpa drama. Tanpa tarik-ulur yang melelahkan. Hanya dua orang yang merasa cocok, merasa yakin, merasa seolah semuanya berjalan sebagaimana mestinya. Namun semakin hari, Falisha mulai menyadari bahwa ada bagian dari cerita Aksa yang tak pernah benar-benar ia dengar. Bukan karena disembunyikan, hanya ... tak pernah diceritakan. Dan dalam setiap hubungan yang terlihat tenang, selalu ada satu hal yang tak kasatmata. Falisha percaya ia adalah awal yang baru. Tapi bagaimana jika ia sebenarnya hanya kelanjutan dari sesuatu yang belum selesai? Atau mungkin, sejak awal ... ia memang tak pernah sendirian dalam cerita itu?

More details
WpActionLinkContent Guidelines