HUNAN [530]

HUNAN [530]

  • WpView
    LECTURAS 25
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, mar 4, 2025
WpInfo
Ficción
Romance
Wisatawan maupun penduduk lokal yang memiliki rasa kekeluargaan yang kuat akan nenek moyang dapat ditemukan di Tiongkok, negara yang maju dengan teknologi yang sangat baik. Banyak orang asing yang tertarik untuk mengenyam pendidikan yang baik di Negeri Tirai Bambu tersebut karena sistem pendidikannya yang luar biasa dan ketat. Apa yang akan terjadi jika Nirmala tidak sengaja bertemu dengan kakak senior-nya saat gadis itu masih berkuliah di Universitas Hunan? Lima tahun yang lalu Xu Ruohan melihatnya berada di sebuah toko buku, dan lima tahun mendatang Nirmala melihat Xu Ruohan sedang berada di toko buku yang sama. -- "Sayang, aku menunggu kamu dari tadi, kau tahu?" Xu Ruohan berkata sambil meraih kedua tangan mungil yang ada di hadapannya. Nirmala memandangi dari kejauhan, Xu Ruohan memegang erat tangan seseorang yang wajahnya tidak gadis itu kenali. "Gege, aku merindukanmu," Bisiknya.
Todos los derechos reservados
#620
masalalu
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • In Someone Elses Shadow
  • Master Hong's Lucky Bride
  • Kamu & Kenangan
  • The Reborn Noble Girl Is Hard to Find (The Glory)
  • Cerita Setelah Hujan
  • Kahfi dan Yumna
  • (END) Intercepting the Boyfriend When he Was Young
  • Satu Hati yang Kuberi Cinta
  • When Mr. Bossy Falling In Love

"Waktu kedua kalinya kita bertemu, kau berkata bahwa mari menjadi lebih dekat satu sama lain. Then why did we change?" Dennis tidak pernah menyangka kalau satu ciuman di malam itu akan mengubah segalanya. Dulu, Mark hanyalah seseorang yang sering ia lihat di kantin kampus-tertawa bersama teman-temannya, menantang orang untuk bermain basket, atau terkadang tidur siang dengan buku terbuka di dadanya. Seseorang yang seharusnya hanya sekadar 'ada' dalam hidupnya, tidak lebih. Namun, semua berubah sejak perjalanan ke villa itu. Sejak malam di mana bibir mereka bertemu, sejak rasa yang tidak pernah Dennis sadari sebelumnya perlahan tumbuh tanpa bisa ia hentikan. Sekarang, dia duduk di sudut perpustakaan, mencoba membaca buku di hadapannya, tapi pikirannya melayang. Mark masih sama seperti dulu-tersenyum dengan cara yang membuat dadanya sesak, menatapnya dengan tatapan yang sulit ditebak. Tapi ada sesuatu yang berbeda di antara mereka. Sesuatu yang menggantung, tidak terucapkan, seolah hanya menunggu salah satu dari mereka untuk mengakhirinya atau membiarkannya terus ada. Dennis menghela napas, menatap ke arah Mark yang duduk di seberang meja. Matanya bertemu dengan milik Mark sesaat sebelum pria itu tersenyum tipis-senyum yang membuat perutnya terasa aneh. Kapan semuanya menjadi serumit ini?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido