TANAH ESA

TANAH ESA

  • WpView
    LECTURAS 2
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, mar 4, 2025
"Ayah, Ibu, mengapa tidak ada yang mengajari Esa perihal kehilangan?" - " siapa yang harus Esa salahkan perihal kehilangan?" - " siapa yang akan bertanggung jawab atas luka-luka yang tak kasat mata goresannya?" - "Di tanah ini yang tak seorang pun mengakui keberadaan nya, pantaskah Esa menghakimi takdir yang lebih berhak atas kuasa hidup seseorang?" Tuhan, apa yang kau inginkan dari anak berusia 8 tahun? hingga kau uji bertupi-tupi tanpa menyembuhkan luka yang telah tercoreng sebelumnya. Apa yang telah kau janjikan di masa yang akan datang, hingga begitu berat harga yang harus di bayar dalam hidupnya. "Esa, ikhlas ya nak? om ngga punya kuasa untuk bebaskan Ayah Esa, tapi om janji akan besarkan Esa menjadi anak yang memiliki kuasa atas hidup nya. Sudah cukup lukanya nak, sudah cukup..."
Todos los derechos reservados
#822
takdir
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • DANADYAKSA
  • [EXO ff] Dady Saranghae
  •  𝟕 𝐑𝐚𝐠𝐚 𝟏 𝐑𝐚𝐬𝐚 || 𝐄𝐍𝐇𝐘𝐏𝐄𝐍 [𝐎𝐧𝐠𝐨𝐢𝐧𝐠]
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Paradise
  • A R S E A N A
  • HIDDEN I (The End)
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • Rumah Penuh Cerita
  • ANEAS [ Tahap Revisi ]

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido