We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
bandung jadi saksi

bandung jadi saksi

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 5, 2025
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Tagsdyp
K Kabut tipis menyelimuti Braga pagi itu. Cahaya matahari yang masih malu-malu menembus celah di antara bangunan tua, membangunkan ingatan tentang masa lalu yang tak pernah benar-benar pergi. Di sudut sebuah kafe kecil, seorang lelaki menatap secangkir kopi hitam di depannya. Tangannya gemetar saat jemarinya menyentuh surat berwarna kuning gading-sebuah pesan dari masa lalu yang datang terlalu terlambat. Bab 1: Pertemuan di Sudut Kota Sinta tidak pernah menyangka bahwa langkah kakinya akan membawanya kembali ke Bandung. Kota itu telah menjadi bagian dari kenangan yang coba dikuburnya bertahun-tahun. Namun, undangan untuk menghadiri seminar di kampus lamanya memaksanya kembali menelusuri jejak yang pernah ia tinggalkan. Saat ia berjalan melewati trotoar Dago, langkahnya terhenti di depan sebuah toko buku tua. Papan nama yang mulai pudar masih bertuliskan "Ruang Kata". Dulu, ini adalah tempatnya berdiskusi tentang sastra, tentang mimpi, dan tentang cinta. Di sanalah ia pertama kali bertemu Arga. Arga, pria dengan mata penuh semangat dan ide-ide liar yang selalu membuatnya tertawa. Tapi juga, Arga yang membuatnya pergi tanpa pesan bertahun-tahun lalu. Surat yang Tak Pernah Sampai Di sebuah apartemen kecil di Ciumbuleuit, Arga menatap surat yang belum pernah ia kirimkan. Surat yang seharusnya sampai ke tangan Sinta sebelum ia pergi. Ia menuliskannya malam sebelum perpisahan mereka-malam ketika hujan turun deras dan hati mereka bergejolak. "Sinta, jika kau membaca ini, aku ingin kau tahu bahwa aku tidak pernah ingin kita berakhir seperti ini. Aku ingin mengejar mimpiku, tapi aku juga ingin tetap bersamamu. Apakah ada cara untuk memiliki keduanya?" Tapi surat itu tak pernah sampai. Dan kini, ketika takdir mempertemukan mereka kembali di Bandung, apakah masih ada kesempatan untuk memperbaiki yang telah patah? Namun, apakah pertemuan ini untuk sebuah awal yang baru atau hanya sekadar menghidupkan kembali luka lama?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LAKSADEKA
  • ROMANCE FROM HIGH SCHOOL
  • Langit jingga di atas kota
  • guru yang menyukai murid
  • Hantu Paling Aneh
  • Di Kota Tempat Kamu Berada
  • Ruang Hati di Kota Kembang

[ T E L A H T E R B I T ] Jika bukan karena hubungan Diplomatik antara dua negara, Laksadeka tidak akan pernah mau menginjakkan kakinya di kota yang dulu pernah menjadi gudang luka dalam sejarah kehidupannya. Terlepas dari kenangan buruknya soal Bandung, di kota ini dia kembali menemui berbagai pelajaran dan pengalaman yang kemudian mempertemukannya lagi dengan rasa bahagia dan juga luka. Akasha Renjana namanya, gadis sederhana yang berhasil membuat Deka kembali percaya bahwa cinta memang benar adanya. Dari perempuan itu, Deka banyak belajar bahwa tak semua yang diinginkan akan sejalan dengan apa yang telah Tuhan takdirkan. Keduanya diberikan bahagia, rasa cinta, dan segalanya yang berkaitan dengan kesempurnaan. Tetapi mereka lupa, bahwa dibalik bahagia selalu ada kecewa, dan dibalik rasa cinta selalu ada rasa luka. Ini adalah cerita yang penuh dengan pelajaran. Kalau yang lain punya siklus; "Yang patah tumbuh, yang hilang berganti, yang hancur lebur akan terobati, yang sia-sia akan jadi makna, yang terus berulang suatu saat henti" maka cerita ini berjalan dengan cara sebaliknya. Yang tumbuh akan patah, yang berganti akan hilang, yang terobati akan hancur lebur lagi, yang dulu punya makna akan jadi sia-sia, namun yang sempat terhenti akan kembali terulang dengan caranya yang luar biasa; mempertemukan setiap orang kepada akhir yang bahagia. ------------------------------------------------------------------- "Makasih buat kenangannya, makasih karena lo udah berhasil bikin gue lupa dengan rasa sakit gue yang tertimbun selama bertahun-tahun di kota ini. Gue sayang sama lo, dan gue harap, lo akan menjadi alasan yang membawa gue untuk kembali lagi ke tempat ini." -Laksadeka "Tolong kembali lagi. Kapanpun itu, lo harus memastikan kalau lo akan menemui gue lagi." -Akasha

More details
WpActionLinkContent Guidelines