Between Two Homes

Between Two Homes

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 21, 2025
WpInfo
Non-Fiction
Elowen Celeste Arundel tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah hanya karena satu aksi nekat. Saat ia berusaha menyelamatkan seorang pria dari tembakan musuh bisnisnya, ia justru menjadi korban. Namun, kejadian itu membawa perubahan besar dalam kehidupan Rael Alistair Vaughn, pria yang ia selamatkan, memutuskan untuk mengangkatnya sebagai anak. Elowen pikir tantangan terbesarnya hanyalah beradaptasi dengan lima saudara barunya yang semuanya laki-laki. Namun, ternyata ada satu hal lagi yang membuatnya berbeda yaitu agama mereka. Di tengah keluarga baru yang penuh perbedaan yang satu penuh kehangatan dan satunya seperti kuburan, mampukah Elowen menemukan tempatnya tanpa kehilangan jati dirinya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Being a Good Papa [ End ]
  • Sialnya Jadi Mandiri
  • Elio Aksara Lavendra
  • THE CLIMB [Completed]
  • I'm Sorry (END)
  • KELUARGA WIDYAMADJA
  • suddenly i became a father of male antagonist (End)
  • ALIF 2 : AGEN[IUS]
  •   Annoying Secketary [ Sudah Terbit ]
  • Gadis Bar-bar Dengan Sejuta Pesonanya

Apa penyesalan dalam hidup yang pernah kalian alami? Kalau Arthan ditanya seperti itu, maka dia akan menjawab ; Menjadi pria yang tidak berguna, sekaligus ayah yang gagal. Setidaknya Arthan ingin sekali dalam hidupnya, dia melakukan hal-hal yang membuat keluarganya bahagia. Namun, hidup yang hanya sekali itu, dia habiskan untuk hal-hal yang sesat. Berjudi, mengabaikan anaknya setelah ditinggal mati oleh istri, dan terlilit hutang hingga rentenir terus berdatangan. Lantas, pada malam dia dikejar oleh rentenir dan anaknya, Alberix, disandera oleh rentenir, Arthan tertabrak truk dan tubuhnya terhempas begitu saja di aspal, hingga aspal itu digenangi oleh darahnya yang menyebar kemana-mana. Malam dimana penyesalan terus berdatangan. Lalu, dengan begitu saja, Arthan menutup mata dengan perasaan bersalah yang menumpuk di dalam dada. Hingga ketika ia membuka mata, bukan alam Barzah lah yang ia lihat, tetapi wajah anaknya yang datar saat sedang melakukan sarapan bersama. Arthan spontan menyeletuk, "Alberuk?" Alberix langsung bombastic side eyes. "Alberix, pa. Not Alberuk, apalagi beruk."

More details
WpActionLinkContent Guidelines