"Kenapa dunia ini terasa begitu luas, tapi di saat yang sama, begitu sempit?" gumamnya, hampir seperti berbicara kepada angin.
Dia berpikir tentang batas-batas yang diciptakan manusia-garis-garis pada peta, tembok-tembok tinggi, aturan-aturan yang katanya untuk kebaikan bersama. Tapi benarkah? Ataukah semua ini hanya cara lain untuk membuat dunia terasa lebih kecil, lebih terkendali?
"Mengapa beberapa orang lahir dalam kemewahan sementara yang lain harus berjuang hanya untuk sesuap nasi?" tanyanya lagi dalam hati. Apakah dunia ini adil, atau hanya permainan yang aturannya ditulis oleh mereka yang berkuasa?
Dia menarik napas panjang. Begitu banyak pertanyaan yang melintas, tapi jawaban yang datang selalu samar, seperti bayangan di permukaan air. Dunia ini penuh misteri-dan mungkin, sebagian memang ditakdirkan untuk tidak terjawab.
Pertanda di Dunia Fiksi | Project (-1): From the Underrated - Memory 0
19 Kapitel Abgeschlossene Geschichte
19 Kapitel
Abgeschlossene Geschichte
Menceritakan seorang Kreator yang terjebak di suatu tempat, yang sebenarnya ia mengenal tempat tersebut. Tempat itu adalah dunia fiksi buatannya, namun dunia itu berantakan karena mengalami korupsi yang membuat memori-memori di dunia tersebut terganggu. Kreator yang baru saja terdampar di dunia tersebut tidak tahu apa yang terjadi, begitu pula dengan keberandaan dunia tersebut masih dipertanyakan.
Hingga selang beberapa waktu Kreator bertemu dengan karakter buatannya sendiri yang bernama Zero. Dia menceritakan banyak hal tentang sesuatu yang saling bertentangan karena di antaranya mereka banyak yang kehilangan memori mengenai siapa diri mereka dan tentang Kreator yang sesungguhnya, menjadikan rumor besar bahwa adanya Kreator yang asli dan yang palsu. Dipercaya kunci masalah di dunia tersebut memang hanyalah dari Kreator sendiri.
Selanjutnya, bagaimana sang kreator akan menyelesaikan masalah pada dunia ciptaannya sendiri? Dalam satu kesadaran terdapat berbagai kesadaran lainnya yang tercipta, membuat berbagai pikiran saling bertentangan satu sama lain. Ini lah cerita tentang satu orang yang harus menghadapi dirinya sendiri.
"Dunia fiksi tercipta karena kita tidak bisa menerima realita. Ini bukan soal lemah atau kuatnya kita menerima realita, namun ini soal bagaimana jiwa seseorang bisa hidup nyaman walau di dunia yang sangat menyakitkan ini. Tapi... apa jadinya jika dunia fiksi yang kita ciptakan juga menjadi musuh terbesar dan menentang keberadaan kita sendiri?"