Kita dalam kata

Kita dalam kata

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 8, 2025
Semuanya berawal dari satu chat. Aku tidak pernah menyangka kalau pesan sederhana itu akan mengubah banyak hal. Awalnya, aku hanya ingin bercanda, mengetes apakah Arshaka benar-benar sesulit itu untuk didekati. Semua orang bilang dia dingin, nyaris tak tersentuh-tapi entah kenapa, dia selalu membalas chatku. Sejak itu, percakapan kami mengalir begitu saja. Tentang basket, tentang Madrid dan Barcelona, tentang hal-hal kecil yang mungkin tidak penting, tapi selalu terasa menyenangkan. Tapi ada satu hal yang tidak kusadari. Setiap balasan cepatnya, setiap perhatian kecilnya, perlahan membuatku jatuh. Aku tahu seharusnya aku menjaga jarak. Aku tahu ada garis yang tidak boleh kulewati. Tapi bagaimana jika hatiku sudah lebih dulu memilih? Dan bagaimana jika pada akhirnya, aku harus memilih antara cinta... atau prinsipku sendiri?
All Rights Reserved
#36
cintamasasma
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A For Z : Young Married [SLOW UP, CUTI LAHIRAN DULU GAES]
  • Three Targeted Girls!!
  • 36 days with you {saida} [End]
  • UNDER YOUR SHADOW
  • Leave To Come Back Again
  • TENTANG SEPASANG
  • Never Be The Same
  • MARVELLA QISYA [ End ]
  • Transmigrasi Aqila (END)
  • MOST WANTED & KETOS CANTIK

Cover by pinterest Per part nya singkat 500 - 600 an kata ------------------------ Ini kisah tentang Arqeela Zea , gadis berusia 18 tahun yang lebih suka kesunyiaan dan hal hal yang ia sembunyikan dengan apik. Hingga suatu hari ia harus berurusan dengan laki-laki bernama Arfah Setya Argantara, salah satu triplets Most Wanted di SMA. ********************************* "Lo masih harus dirawat Ze," Ujar Arfah lirih. "Gue ga kenapa-kenapa, dan sekarang gue mau balik ke sekolah," Dengan wajah pucat nya Zea menatap Arfah datar. "Setelah apa yang terjadi, lo masih mikirin sekolah? Lo gila?!" Arfah menaikan sedikit nada bicaranya. "LO YANG GILA! GUE GA HAMIL ARFAH! LO TERLALU LAWAK BILANG GUE KEGUGURAN!" Tubuh Zea merosot, runtuh sudah pertahanannya. Air mata nya mengalir begitu deras. "Maafin gue Ze, gue bener-bener minta maaf," Arfah memeluk tubuh Zea yang gemetar dengan tangis yang pecah penuh sesak, membuat keempat orang lainnya ikut meraskan luka nya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines