Dia dan Aku

Dia dan Aku

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 9, 2025
Rei adalah anak laki - laki yang tahun ini mulai masuk SMA. Dia kehilangan kedua orang tua dan kakak saat masih muda, sekitar 7 tahun. Hidupnya begitu sederhana, tinggal di desa sekitar hutan dan menjalani hari - hari bekerja keras. Seminggu lagi ulang tahun Rei. Siapa sangka sahabat Rei yang dia tunggu - tunggu telah kembali dari belajar di luar negeri. Sahabatnya ingin memberikan kejutan, tetapi dia lebih dulu terkejut melihat kondisi Rei yang tidak terawat. "Ke mana semua uang yang kami berikan? Apakah dicuri atau ada yang memalakmu?" "Kondisiku saat ini sudah cukup. Aku menggunakannya untuk membantu panti asuhan."
All Rights Reserved
#160
dekat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • REKSA: The Last Bell
  • The Special Class
  • Crazy Seniority 2 [Completed]
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Love's Serendipity
  • Kelas A [End]
  • janji kecil
  • Senyum yang Patah
  • Imperfection : Trapped With Troublemakers✓ [Republish+Remake]

Reksa adalah seorang remaja pendiam yang selalu merasa asing di antara keramaian. Masa lalunya dipenuhi luka yang sulit dilupakan, meninggalkan jejak trauma yang membuatnya enggan membuka diri kepada siapa pun. Baginya, dunia terasa seperti labirin tanpa pintu keluar-terjebak dalam bayang-bayang masa lalu yang menghantuinya setiap saat. Namun, segalanya mulai berubah ketika ia memasuki SMA dan bertemu dengan sekelompok teman yang perlahan mengisi celah kosong dalam hatinya. Mereka tidak hanya hadir sebagai teman sebatas kata, tetapi juga sebagai cahaya yang menerangi sisi gelap yang selama ini ia sembunyikan. Dengan perlahan, Reksa mulai menemukan keberanian untuk keluar dari cangkangnya. Ia belajar bahwa tidak semua orang akan menyakitinya, bahwa ada tangan yang siap meraih dan hati yang tulus menerima. Di tengah canda tawa, konflik, dan perjalanan emosional yang mereka lalui bersama, Reksa mulai memahami bahwa masa lalu tidak harus menjadi belenggu. Perjalanan ini bukan tentang melupakan luka, tetapi tentang menerima, berdamai, dan melangkah maju. Dan di sinilah kisahnya dimulai-tentang seorang anak yang pernah hancur, tetapi menemukan kembali dirinya di antara orang-orang yang peduli.

More details
WpActionLinkContent Guidelines