EUFORIA KABUT RINDU

EUFORIA KABUT RINDU

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 4, 2025
WpInfo
Poetry
Bagaimana bisa aku masih duduk berdiam hati Kala mendayung perahu masih lirih berdenyit mengiba rindu yang kau bangunkan ruang untukku betapa hancur batinku atas kabut tebal dalam ragamu bukan seperti yang kamu inginkan bukan atas tangisku aku tanpamu hanyalah euforia kepalsuan bintang hati yang menjajar dalam pilau gemintang tak perlu lagi ku tuliskan rindu dalam aksara elegi luka lama menjalar dalam kolerasi ikatan kekal langit yang sama selalu haru biru dalam getaran kalbu perihal cerita usai yang yang sudah terlepas ada tangis meradang yang belum ikhlas menunggu rindu sama halnya dengan duduk dalam peraduan tanpa batas makna ujian kali ini cukup dalam, hingga perpisahan menjadi derita kau ajarkan tentang diksi pilu nabastala surga hanya saja kau lupa ajarkan aku bagaimana menyembuhkan atma yang sedang berdarah-darah karena mengenalmu lebih mudah ketimbang melupa dengan pilu airmata entah dibelahan bumi mana aku harus menempatkan rindu yang masih menggebu sampai akhirnya kabutnya tak kunjung menghilang dan kamu masih tetap tanggal, menyimpan perasaan yang tak pernah selesai. Sidoarjo 4 Maret 2025
All Rights Reserved
#57
elegi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hanya Rindu Dan Trauma
  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • PERLINA
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • My Junior My Love ✔️
  • Ayo menepi dulu, sebentar saja.
  • Tepian Semu || Lilynn✅
  • Untuk Seseorang yang Belum Pernah Kutemui [Sudah Terbit] (New Cover)

Aku hanya rindu bukan cinta hanya karena trauma ini aku tak lagi mempercayai lagi apa itu arti cinta jangan memulai dengan membawa luka lama, kembali lah dengan versi terbaik dan luka itu benar-benar kau sembuhkan dengan waktu ./ deary .. Dalam senyap malam yang kelabu, Rindu menyelinap seperti bayang, Mengisi ruang hati yang kosong, Mengusik luka yang belum sembuh. Rindu itu, seperti angin sepoi, Menyentuh lembut namun menusuk, Mengingatkan pada senyum yang hilang, Pada tawa yang kini tinggal kenangan. Trauma itu, seperti duri, Mengakar di dalam jiwa yang rapuh, Menggores setiap ingatan, Menghantui setiap detik yang berlalu. Malam-malam panjang tanpa bintang, Kusandarkan hati pada sepi, Menganyam harap di antara kelam, Berharap rindu dan trauma berakhir. Namun, rindu tak pernah lelah, Terus mengalun dalam hening, Sementara trauma tetap berbisik, Mengiringi setiap jejak langkahku. Dalam pertemuan bayang dan luka, Ku mencari cahaya di ujung jalan, Meski perih, meski berbalut duka, Aku percaya ada akhir dari rindu dan trauma.

More details
WpActionLinkContent Guidelines