Story cover for Asa chronicles by alexafjrnptr
Asa chronicles
  • WpView
    Reads 313
  • WpVote
    Votes 82
  • WpPart
    Parts 26
  • WpView
    Reads 313
  • WpVote
    Votes 82
  • WpPart
    Parts 26
Ongoing, First published Mar 04, 2025
"Kasa bukan manusia biasa. Dia ada... tapi juga tidak. Aku menulis kisah ini, tapi entah kenapa, aku juga merasa bagian dari cerita ini.

Adakala kenangan menjadi serupa bayangan samar, bergetar di tepian kesadaran. Masa lalu yang pernah terang, kini memudar bagaikan cahaya senja yang ditelan malam.

Pikiranku seolah berlayar di samudra tak bertepi berkelana tanpa arah, terombang-ambing di antara serpihan kenangan yang tak utuh. Aku mengingat tawa yang pernah menghangatkan hati, namun wajah-wajah yang seharusnya kukenal kini hanya kabut yang memburam.

hatiku berbisik, tenanglah. Namun, bagaimana bisa aku tenang jika sebagian dari diriku terasa hilang?

Aku terjebak di antara dua dunia - yang nyata dan yang samar. Setiap langkahku terasa asing, seakan aku berjalan di atas jalan setapak yang pernah kukenal namun kini tertutup debu waktu.

Aku mencoba menggali ingatan, namun yang kutemukan hanya serpihan kecil - suara gelak tawa adik kecilku yang bergema di tepi pantai, deburan ombak yang menyapu kakinya yang mungil. Ada aku di sana, meluncur di papan seluncur bersama sosok yang kupanggil 'Om Rama'.

Aku ingat genggaman tangannya... hangat... lalu tiba-tiba terlepas.

Saat itu aku terjatuh - tubuhku tenggelam dalam gelap yang mencekik. Air laut merenggut nafasku, dingin mencengkeram tulangku, dan rasa takut merayap seperti belati yang menyayat jiwaku.

Aku berjuang... namun di dasar air yang pekat, aku hanya bisa melihat bayangan buram - bayangan seseorang yang seharusnya menarikku, namun justru melepasku.

Lalu semuanya menjadi hening.

Kenangan itu, meski terasa asing, kini mulai mengakar. Luka-luka lama yang kukira sudah mati kini berdetak kembali.

duka yang mendalam, luka yang belum tersembuhkan.

Tapi aku tahu... sebesar apa pun kepedihan itu, aku harus bangkit. Karena meski masa lalu telah menorehkan luka, aku percaya... di balik gelap yang menyelimuti jiwaku, ada cahaya yang masih menunggu untuk kutemukan.
All Rights Reserved
Sign up to add Asa chronicles to your library and receive updates
or
#42delusi
Content Guidelines
You may also like
BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [ON GOING] by Fratkn
65 parts Ongoing
Sebutan wanita rendahan yang orang lain sematkan padanya tak membuat gadis itu menyesali keputusannya. Awalnya ia berpikir demikian, sampai di mana dirinya bertemu dengan sosoknya yang bagai hutan luas. Memberikan kesan tenang diawal, namun menyesatkan saat terlalu jauh melangkah. Perasaan gelisah menghantui seolah pohon-pohon itu siap menelannya dalam keterpurukan saat tak menemukan jalan pulang. Hanya ada hijau, seperti sorot matanya yang begitu dalam. Tak sampai di situ, rentetan kejadian tak terduga yang mengubah hidup dan cara pikirnya membuat Widari menyesali pilihannya. Kata 'andai', hanya sebatas kata yang tak bisa tercapai. Kehilangan orang-orang terkasih membuatnya tersadar, kini hidupnya tak lagi berarti. Keegoisan untuk hidup berdasarkan pilihannya sendiri kini ia sesali. Sosok baru datang. Seorang yang tempat asalnya masih abu-abu, sosok yang tak bisa Widari nilai dengan mudah, punggung lebar yang berdiri di hadapannya, melindunginya tanpa alasan yang jelas, mencoba menerobos masuk tanpa ia beri kesempatan. Hingga akhirnya memilih berakhir, mengakhiri takdir menyedihkan bersamanya dalam keputusasaan dan kehilangan... ____ ____ ● Mungkin terdapat beberapa kesalahan yang tak disadari oleh penulis. ●Semua dalam cerita hanya fiksi semata dan tak ada sangkut pautnya dengan kehidupan asli seseorang. ____ ~JANGAN LUPA MENINGGALKAN JEJAK SETELAH MEMBACA, BERUPA VOTE & KOMEN~ ----- Cerita yang saya buat semata-mata hanya untuk dinikmati dan tidak untuk menyinggung pihak manapun. Maaf jika ada salah yang tidak saya sengaja ataupun tidak saya ketahui. ----- PERINGATAN! CERITA YANG SAYA BUAT MURNI PEMIKIRAN SAYA SENDIRI. JADI TOLONG JANGAN COPY CERITA INI DENGAN ALASAN APAPUN! PLAGIAT HARAP MENJAUH! ___ NOTE : JIKA TIDAK MENYUKAI WATAK KARAKTER DALAM CERITA INI DIPERSILAHKAN UNTUK BERHENTI MEMBACA ATAU BACA CERITA SAYA YANG LAIN. ____ Publikasi: 15-05-2024 ____ Pictures: Canva & AI
Truth After Love (Tamat, segera terbit) by tiaxyl
36 parts Ongoing Mature
perang "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.
I Love You by TiaraFebiola3
44 parts Complete
Ada yang bilang disaat kita menunggu kita akan mendapat yang kita mau. Tapi apa itu adalah sebuah fakta atau hanya hal manis yang di ucapkan kepada anak-anak? Ada yang bilang disaat kita tersenyum maka hati kita akan tersenyum juga, tapi apa itu hanya nasihat tersirat yang di ucapkan untuk anak kecil? "INI SEMUA SALAH LO RISS! KALAU SAJA HATI LO ADA RASA EMPATI, DIA GAK AKAN PERGI!!" Terkadang kalimat yang di ucapkan oleh manusia lebih mematikan daripada tusukan pedang di jantung. Kalimat yang terus menerus menghantui hari hari ku membuat ku kehilangan diriku sendiri. Kalimat yang membuat diri ku yang dulu hangat menjadi dingin tanpa ada senyuman tulus yang terukir di wajah ku. Aku yang terkadang berharap jika diri ku yang harusnya mati lebih dulu daripada harus hidup dengan beban yang terkadang aku gak mampu menahan nya. Semenjak aku yang di tinggal pergi oleh orang tua ku. Aku yang kehilangan sahabat terbaik ku yang aku baru menyadari jika ternyata dia merupakan cinta pertama. Aku juga wanita yang kehilangan kakak yang sebenarnya masih bisa aku pertahankan. Karena kalimat tadi, aku membuang semua nya! Aku kehilangan semuanya termasuk diri ku sendiri! Aku gak tau siapa diri ku! Hingga pria itu datang. Dia menyebalkan! Aku membenci nya! Namun kenapa disaat aku menyukainya aku kembali di hadapkan rasa kehilangan yang menanti. Apa hidupku hanya selalu harus kehilangan? Jika aku boleh egois bisa kah aku bersama pria itu? Atau aku hanya akan mati tragis tanpa merasakan cinta apapun?
You may also like
Slide 1 of 8
Suara Yang Tak Pernah Di Dengar  cover
My Heart Boat cover
BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ �ʙʟᴏᴏᴅ| [ON GOING] cover
Truth After Love (Tamat, segera terbit) cover
I Love You cover
Antara Aksara dan Kata cover
HUJAN WAKTU ITU cover
GRIZLEN {On Going} cover

Suara Yang Tak Pernah Di Dengar

20 parts Ongoing

Di rumah itu, Shena tumbuh seperti bunga yang dipaksa mekar di tengah musim dingin. Suaranya tak pernah didengarkan, mimpinya dipatahkan sebelum sempat terbang, dan langkahnya selalu dikendalikan oleh bayang-bayang harapan yang bukan miliknya. Ayahnya membangun tembok dari ambisi, ibunya bersembunyi dalam diam, dan kakaknya bersinar terlalu terang hingga membuat Shena tampak seperti bayangan yang tak dianggap. Ia belajar menelan kecewa dalam senyap, menyembunyikan air mata di balik senyum yang terlatih. Dalam sepi yang menggema, Shena menemukan satu ruang di mana ia bisa bebas: menulis. Ia mencurahkan isi hati dalam baris-baris rahasia di blog tanpa nama-tempat di mana jeritannya tak perlu suara, tapi tetap bisa menyentuh hati yang terluka. Tulisannya mulai menyebar, dibaca dan dikagumi orang-orang asing yang tak tahu siapa dirinya. Namun saat rahasianya hampir terbongkar, Shena berdiri di persimpangan: tetap menjadi bayangan yang diam, atau berani menjadi suara dari luka yang selama ini dibungkam.