Asa chronicles

Asa chronicles

  • WpView
    Reads 333
  • WpVote
    Votes 82
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 16, 2025
"Kasa bukan manusia biasa. Dia ada... tapi juga tidak. Aku menulis kisah ini, tapi entah kenapa, aku juga merasa bagian dari cerita ini. Adakala kenangan menjadi serupa bayangan samar, bergetar di tepian kesadaran. Masa lalu yang pernah terang, kini memudar bagaikan cahaya senja yang ditelan malam. Pikiranku seolah berlayar di samudra tak bertepi berkelana tanpa arah, terombang-ambing di antara serpihan kenangan yang tak utuh. Aku mengingat tawa yang pernah menghangatkan hati, namun wajah-wajah yang seharusnya kukenal kini hanya kabut yang memburam. hatiku berbisik, tenanglah. Namun, bagaimana bisa aku tenang jika sebagian dari diriku terasa hilang? Aku terjebak di antara dua dunia - yang nyata dan yang samar. Setiap langkahku terasa asing, seakan aku berjalan di atas jalan setapak yang pernah kukenal namun kini tertutup debu waktu. Aku mencoba menggali ingatan, namun yang kutemukan hanya serpihan kecil - suara gelak tawa adik kecilku yang bergema di tepi pantai, deburan ombak yang menyapu kakinya yang mungil. Ada aku di sana, meluncur di papan seluncur bersama sosok yang kupanggil 'Om Rama'. Aku ingat genggaman tangannya... hangat... lalu tiba-tiba terlepas. Saat itu aku terjatuh - tubuhku tenggelam dalam gelap yang mencekik. Air laut merenggut nafasku, dingin mencengkeram tulangku, dan rasa takut merayap seperti belati yang menyayat jiwaku. Aku berjuang... namun di dasar air yang pekat, aku hanya bisa melihat bayangan buram - bayangan seseorang yang seharusnya menarikku, namun justru melepasku. Lalu semuanya menjadi hening. Kenangan itu, meski terasa asing, kini mulai mengakar. Luka-luka lama yang kukira sudah mati kini berdetak kembali. duka yang mendalam, luka yang belum tersembuhkan. Tapi aku tahu... sebesar apa pun kepedihan itu, aku harus bangkit. Karena meski masa lalu telah menorehkan luka, aku percaya... di balik gelap yang menyelimuti jiwaku, ada cahaya yang masih menunggu untuk kutemukan.
All Rights Reserved
#304
delusi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SMARA DIKTA
  • BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [END]
  • My Heart Boat
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • HUJAN WAKTU ITU
  • NALA KEENARA [Hiatus]
  • The Grey Of SAKARUNA
  • GRIZLEN {On Going}
  • Senja Termendung

.・゜-: ✧ :- Happy Reading -: ✧ :-゜・. Malam itu, di sudut kamar yang sunyi, Tata duduk terpaku di atas ranjang. Di pangkuannya tergeletak sebuah album foto tua kusam, berdebu, tapi penuh warna masa lalu. Setiap halaman yang ia buka, mengalirkan kenangan indah masa kecil yang pernah begitu hangat. Ada tawa lepas bersama sahabat-sahabat kecilnya. Ada hari-hari penuh lompatan riang di antara sawah yang hijau, langit yang biru, dan angin yang menyapa penuh cerita. Dunia kecil Tata dulu sederhana, namun begitu berarti. Tapi waktu berjalan, dan segalanya berubah. Kini, di usia remajanya, Tata bertanya : ke mana semua itu pergi? Sebuah kisah perjalanan hati yang mengajak pembaca menyusuri kembali arti bahagia yang sering kali terlupa. Tentang kenangan, kehilangan, dan harapan untuk menemukan kembali diri yang pernah begitu ceria. ◗  ( gambar yang terdapat di dalam cerita bersumber dari pinterest) ◗  ( hanya karangan sederhana dilarang plagiat)

More details
WpActionLinkContent Guidelines