Story cover for Laut Merah by Laramel_
Laut Merah
  • WpView
    OKUNANLAR 312
  • WpVote
    Oylar 108
  • WpPart
    Bölümler 13
  • WpView
    OKUNANLAR 312
  • WpVote
    Oylar 108
  • WpPart
    Bölümler 13
Devam ediyor, İlk yayınlanma Mar 04, 2025
Athaya Erythra Thalassa selalu percaya bahwa Laut Merah bukan sekadar jalur perdagangan atau kisah-kisah sejarah yang tertulis di buku. Laut itu menyimpan jejak perjuangan, keimanan, dan rahasia yang belum sepenuhnya terungkap. Sebagai seorang mahasiswi sejarah maritim, ia bertekad untuk menelusuri peran laut ini dalam perjalanan Islam.

Namun, ia tidak menyangka akan bertemu dengan Darya el-Mandeb-seorang fotografer dokumenter berdarah Arab-Persia yang lebih percaya pada bukti daripada keimanan. Bagi Darya, sejarah adalah tentang perspektif, bukan kebenaran mutlak.

Dalam ekspedisi yang membawa mereka melintasi ombak dan waktu, perbedaan pandangan mereka beradu, menantang keyakinan yang selama ini mereka genggam erat. Tetapi, di antara deburan ombak, keheningan malam di atas kapal, dan sejarah yang mereka telusuri, mereka mulai menemukan sesuatu yang lebih besar dari sekadar kisah masa lalu-sesuatu yang mungkin bisa mengubah cara mereka melihat dunia, dan mungkin... cara mereka melihat satu sama lain.

Laut Merah menyimpan lebih dari sekadar sejarah. Ia juga menyimpan kisah tentang keimanan, perbedaan, dan cinta yang menemukan jalannya di antara riak gelombang.
Tüm hakları saklıdır
Eklemek için kaydolun Laut Merah kütüphanenize ekleyin ve güncellemeleri alın
veya
#16ingindilamarakad
İçerik Rehberi
Ayrıca sevebilecekleriniz
danilsopan tarafından yazılmış Langit Senja di Kota Nabi adlı hikaye
23 bölüm Devam ediyor
"Ada cinta yang tak tumbuh dari sentuhan, tapi dari doa yang dipanjatkan dalam diam. Ada perjuangan yang tak diceritakan dengan lantang, tapi dibuktikan dalam sujud yang basah oleh air mata." Azka Maulana, seorang pemuda Jawa yang sederhana namun penuh cita-cita, melangkah ke Kota Nabi dengan secarik doa dari ibu dan janji yang terpatri pada makam ayahnya: menuntut ilmu setinggi langit untuk mengabdi pada umat. Di Madinah-kota yang ditaburi cahaya dan barakah Rasulullah-Azka bukan hanya menemukan ilmu, tapi juga ujian demi ujian. Fitnah yang mengguncang nama baik, cinta yang terbungkus adab, dan dilema antara pulang atau bertahan. Namun di balik semua itu, Allah menyiapkan kejutan terindah: seorang Maryam Zahra, hafizah Qur'an yang menjaga dirinya seperti kelopak mawar dalam taman keimanan. Bersama Yahya si sahabat bijak dari Maroko, dan Alim yang pendiam namun mendalam, Azka menapaki jalan ilmu dan iman. Hingga langit senja di Madinah menjadi saksi, ketika cinta dan cita bersatu dalam akad yang penuh adab, lalu kembali ke tanah kelahiran membawa cahaya. Ini bukan sekadar cerita cinta. Ini adalah perjalanan jiwa. Tentang bagaimana seorang hamba belajar mencintai Allah, sebelum mencintai sesama. --- "Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim) Dan surga itu, bagi Azka dan Maryam, bukan hanya di akhirat. Tapi juga di tempat mereka mengajar, di desa kecil, di bawah langit Indonesia... tempat di mana cahaya Madinah tetap menyala dalam hati. ---
Ayrıca sevebilecekleriniz
Slide 1 of 4
Antara Lagu dan Buku cover
Langit Langit Damaskus Bersaksi  cover
Sinking, Yet Saved cover
Langit Senja di Kota Nabi cover

Antara Lagu dan Buku

36 bölüm Tamamlanmış Hikaye

Rhea selalu percaya bahwa setiap lagu memiliki cerita, dan setiap buku menyimpan dunia. Dua hal yang selalu menemani hari-harinya, satu lewat lirik dan melodi, satu lagi melalui kata-kata yang membawanya melintasi imajinasi. Namun, ada satu hal yang selalu mengusik pikirannya-sebuah kisah yang belum tuntas, sebuah luka yang tak kunjung sembuh. Seseorang dari masa lalunya telah pergi tanpa jejak, meninggalkan Rhea dengan bekas yang tak bisa hilang. Setiap malam, Rhea menutup matanya dan membiarkan lagu-lagu lama menyelimuti pikirannya, berharap bisa melupakan siapa pun yang pernah mengisi ruang hatinya. Tapi, setiap nada justru mengingatkan pada kenangan yang telah lama terkubur. Buku-buku yang ia baca pun tak bisa mengusir bayang-bayang itu, malah seolah memberi ruang bagi masa lalu untuk kembali menghantuinya. "Antara Lagu dan Buku" adalah perjalanan tentang penerimaan diri, tentang bagaimana kita sering terjebak dalam kenangan masa lalu, dan tentang bagaimana kehidupan sesungguhnya dimulai ketika kita melepaskan diri dari bayang-bayang yang menahan kita.