NEGARA TANPA CAHAYA

NEGARA TANPA CAHAYA

  • WpView
    MGA BUMASA 12
  • WpVote
    Mga Boto 1
  • WpPart
    Mga Parte 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Tue, Mar 11, 2025
Di sebuah negara yang dikendalikan oleh tangan besi para penguasa korup, rakyat tidak lebih dari bidak yang dipermainkan di papan catur kekuasaan. Keadilan telah lama mati, digantikan oleh tirani yang haus darah. Setiap suara yang menentang akan dibungkam, setiap perlawanan akan dihancurkan sebelum sempat berkembang. Di tengah kegelapan itu, Sena, seorang mantan jurnalis yang kini menjadi buronan, menemukan sebuah rahasia yang bisa menghancurkan rezim ini-sebuah data yang membuktikan korupsi, konspirasi, dan pembunuhan politik yang selama ini tersembunyi di balik propaganda. Dengan nyawa di ujung tanduk, ia harus memilih: menyerah dan mati dalam bayang-bayang, atau melawan dan menyalakan api revolusi. Diburu oleh pasukan rahasia pemerintah, dikhianati oleh orang-orang yang ia percaya, dan dihantui oleh pertanyaan-apakah keadilan masih mungkin diperjuangkan di negara tanpa cahaya?-Sena hanya punya satu jalan keluar: mengungkap kebenaran atau mati bersamanya. Sebuah thriller politik yang penuh intrik, pengkhianatan, dan pertempuran brutal. Di dunia yang dikendalikan oleh para penjahat berdasi, apakah kejujuran masih bisa menjadi senjata? Siapkan dirimu. Karena dalam perang ini, tidak ada pahlawan. Hanya mereka yang bertahan hidup.
All Rights Reserved
#109
fiksiindonesia
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Gandakusuma
  • Mata Pena: Di Balik Kolom Obituari
  • REVOLUSI
  • THE ANGVILS [ON GOING]
  • Writing's on The Wall (END)
  • Dalam Kepalanya yang Tak Pernah Hening
  • Lintang Di Langit Majapahit [END]
  • LEGIUN
  • Last Novel : Cumara

Lima tahun lalu, Yara, gadis belia yang baru menginjak 12 tahun itu diusir karena dinilai mengancam kedaulatan kerajaannya. Dia dituduh berkhianat hingga rela membunuh ibu serta abdi-abdi setia yang mengetahui rencananya. Kemudian, sebagai cara untuk menebus kesalahannya, alih-alih diberi hukuman mati, dia hanya diasingkan ke sebuah desa terpencil di perbatasan. Hidup di pengasingan mengajarkannya bertahan, membangun kekuatan, dan merancang rencana balas dendam. Kini, Yara kembali dalam balutan kain sutra, menyamar sebagai penari di perayaan kemenangan perang dari Putra Mahkota kerajaan musuh yang disebut menjadi dalang dari alasannya diusir dari istana. Tujuan Yara hanya satu: menancapkan keris ke jantung sang Putra Mahkota! Namun, saat belatinya hampir menuntaskan dendam, lelaki itu malah tersenyum, seakan sudah menunggu saat ini sejak lama. "Yara, akhirnya kita bertemu lagi," ucap sang Putra Mahkota dengan sebaris senyum di wajahnya. Tak hanya senyumnya yang terasa janggal. Alih-alih menebas lehernya, Putra Mahkota justru mengumumkan sesuatu yang mengguncang dua kerajaan. Mereka akan... menikah! Terperangkap dalam pernikahan politik dengan musuhnya sendiri, Yara harus mencari tahu alasan di balik semua ini. Apakah ini jebakan? (10 April 2025-) copyright © 2025 by Pimenovaa

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman