Alea, gadis pendiam dan penuh obsesi, menjalani hari-harinya dengan satu pusat gravitasi: Dheon-siswa populer yang menjadi wakil ketua OSIS, dingin, sulit didekati, tapi sempurna di mata Alea. Ia mengikuti Dheon ke mana pun, menyusup ke ruang kelasnya, menyemangatinya saat bermain basket, hingga membawa cola dingin seolah itu bentuk cinta paling tulus yang bisa ia berikan.
Dheon tak pernah menolak... tapi juga tak pernah benar-benar menyambut. Itu cukup bagi Alea. Baginya, cinta bukan soal timbal balik-selama ia masih bisa berada di sekitar Dheon, itu sudah seperti surga kecil miliknya.
Namun dunia Alea mulai goyah ketika Ghea muncul-murid baru yang cantik, pintar, dan cepat akrab dengan semua orang, termasuk Dheon. Lebih buruk lagi, Ghea juga ramah padanya.
Cemburu, takut kehilangan, dan luka masa lalu yang belum sembuh perlahan membentuk sisi lain dari Alea-lebih gelap, lebih tajam.
Di balik senyum dan keheningan, mungkinkah Alea menyimpan sesuatu yang lebih dari sekadar rasa suka?
Silahkan ikuti cerita mereka🥰
HARAP FOLLOW DULU SEBELUM BACA!
[Siapin tissue sebelum baca!]
"Denger Shania, gue nggak pernah mengharapkan pertunangan ini. Ngerti?!" ucap Bara dengan penuh penekanan.
Shania adalah sosok gadis cantik dengan hati lembut yang penuh kesabaran. Tetapi, tetap saja setiap orang pasti memiliki batas kesabarannya masing-masing. Shania bukanlah gadis yang beruntung karena memiliki kekayaan serta keinginannya yang selalu terpenuhi. Dia juga memiliki beban hidup yang sangat berat seperti manusia lainnya. Dia memiliki penyakit jantung.
Shania membiarkan air matanya yang mengalir. "Gue minta maaf kalo selama ini gue cuma ngerepotin lo dengan penyakit gue ini. Bara, gue janji nggak akan nyusahin lo lagi. Gue sayang sama lo. Beri gue kesempatan buat memperbaiki semuanya, gue bakal berusaha sekuat tenaga buat sembuh biar lo bisa nerima gue. Jadi, tolong tunggu sampe waktu itu tiba. Gue mohon.."
"Gue nggak peduli sama kesembuhan lo. Seandainya aja lo nggak pernah ada di kehidupan gue, pasti semua bakal baik-baik aja. Hahh miris, kenapa gue harus ditakdirin sama lo?" seru Bara.
Bara adalah teman masa kecil Shania. Gadis itu sangat menyukainya. Dulu Bara tidak pernah bersikap kasar padanya, namun kini keadaan sudah berubah. Dan apa sebenarnya alasan Bara melakukan itu?
Hingga kemudian Arkan datang di kehidupan Shania. Dia adalah sahabat Bara. Dia yang selalu menghibur Shania setiap kali gadis itu sedih.
"Jangan terlalu mengemis cinta, ingat kita itu punya harga diri. Dan cewek itu kodratnya dikejar, bukan mengejar!" ujar Arkan pada Shania.
Seiring berjalannya waktu, Shania mulai membenci Bara. Tapi bagaimana jika orang yang ia benci itulah yang justru menjadi malaikat penolongnya?
Lalu apa kabar dengan hati Arkan yang mulai menyukai Shania?
"Gue percaya. Gue terlahir untuk menikmati bahagia dan luka." #Shania.
[Terinspirasi dari drakor Extra Ordinary You. Pencinta Drakor pasti tahu wkwk.]