Gara-Gara Hatsukoi [Hamada Asahi]

Gara-Gara Hatsukoi [Hamada Asahi]

  • WpView
    Reads 135
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 30, 2025
Nayasena punya kucing gemas berwarna abu-abu bernama Haru. Sebenarnya Haru punya saudara kembar yang kabur dari rumah dan sampai sekarang tidak balik, Michi namanya. Pastinya Nayasena sangat rindu akan Michi, tapi apa gunanya juga berlarut dalam kesedihan. Sampai suatu pagi, di perjalanan ke sekolah, dia mendengar seseorang memanggil nama Michi secara lantang. Dan seorang laki-laki bersurai hitam legam menyaut dengan senyuman layaknya Michi kucingnya dahulu.
All Rights Reserved
#365
asahi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kau milikku. Harum. selamanya
  • [End]Little shinichiro۝̸̷๋̨̨̨̨̛́᭮Tokrev x reader
  • Shiver: The Bloody School
  • Kuro is My Love?!? (Revisi) || END
  • ARTAN
  • Nikah Paksa
  • SHADOWS IN A VESSEL
  • Satu Semester
  • WONDERLAND (END)

Sejak ulang tahunnya yang ke-5, Harum Bunga Sakura selalu tidur memeluk MeowChie-boneka kucing merah bermata biru terang pemberian orangtuanya. Ia tak tahu, boneka itu bukan sekadar benda. Bukan sekadar teman masa kecil. MeowChie punya jiwa. Punya pemilik sebelumnya. Dan punya obsesi karena masa lalunya yang terlalu kelam. Roh di dalamnya adalah Joe Elvenhart D'Auracide, seorang bangsawan kelam yang telah mati ratusan tahun lalu... lalu dibangkitkan dengan sihir terlarang, dikurung dalam tubuh boneka, dan diam-diam menyaksikan kehidupan Harum sejak kecil. Bagi Harum, MeowChie hanyalah boneka nostalgia yang terasa... aneh belakangan ini. Tatapannya seperti hidup. Suaranya seperti terdengar di dalam mimpi. Dan orang-orang yang terlalu dekat padanya mulai menghilang satu per satu. "Hm... gadis kecil, kau sangat manis. Menarik," ucap suara dalam diam, lembut seperti bisikan angin. Mata biru boneka itu menatap Harum dengan obsesi yang tak bisa dijelaskan. Ia tersenyum, tapi Harum tak pernah melihat senyuman itu. Ketika batas antara dunia nyata dan dunia roh mulai kabur, Harum harus memilih: melawan, atau menyerah pada obsesi gila makhluk yang mencintainya di luar batas nalar manusia. Karena cinta dari boneka ini... adalah perangkap. Dan ia tak pernah membiarkan miliknya pergi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines