Kala Retak

Kala Retak

  • WpView
    Reads 1,614
  • WpVote
    Votes 990
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 3, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Bercerita tentang masa ketika hidup tidak runtuh sekaligus, melainkan pecah perlahan. Elin tumbuh di tengah rumah yang penuh gesekan, dikelilingi orang-orang yang sama-sama membawa luka, konflik, dan kegagalan mereka sendiri. Tidak ada tokoh yang benar-benar utuh. Setiap orang pernah berada di titik retaknya masing-masing. Dalam upaya bertahan, Elin menyadari satu hal. Rasa sakit tidak pernah berdiri sendiri. Ia menyebar, saling bersinggungan, dan membentuk siapa kita hari ini. [ 📝pastikan mental kamu baik-baik saja saat membaca dan jangan terpengaruh dengan cerita, terimakasih. ] [ Jangan cari logika, karena disini hanya tentang rasa. ]
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Juan [REVISI]
  • DRABIA [END]
  • MELEPASMU
  • Promise
  • GADIS LANGIT
  • Let Me Love You Longer
  • MY MJ (End)
  • Waktu Awan dan Rembulan
  • Pulang Tanpa Kembali

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines