Di Balik Nama Zella

Di Balik Nama Zella

  • WpView
    Reads 1,150
  • WpVote
    Votes 636
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 11, 2025
Semua orang lihat gue sebagai sosok ceria, random, manja... tapi mereka nggak tahu betapa hancurnya gue di balik itu semua. Gue selalu menahan luka sendirian. Bukan karena nggak percaya sama orang lain, tapi karena gue nggak butuh dikasihani. Gue bisa berdiri sendiri. Rumah? Apa itu rumah? Gue bahkan nggak tahu di mana tempat gue seharusnya pulang. "Dunia emang nggak adil, ya? Gue harus ngerti semua orang, tapi nggak ada yang sadar kalau gue juga pengen dimengerti. Gue capek." Gue selalu takut ketawa terlalu puas... karena gue tahu, setelahnya pasti ada aja masalah yang bikin gue nangis lagi.
All Rights Reserved
#50
realitahidup
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Angel To Raya (END)
  • Dendam Yang Terpendam
  • ALVIN (On Going)
  • Alisa's Story
  • This is Our Crazy Family [END][KUBACA]
  • YOUR HAPPINESS
  • My Bromance [18+] End
  • M E M O R Y  (On Going)
  • Di Balik senyumanku
  • SELEPAS KAU PERGI (END)

Cerita ini menceritakan tentang wanita yang di nikahi bukan karena CINTA melainkan harapan. Ya, harapan akan sesosok malaikat kecil yang di impikan untuk melengkapi sebuah bahtera rumah tangga. Raya, nama yang menjadi kandidat Indra untuk calon ibu dari bayinya kelak. Bayi yang akan melengkapi kisah kasih pernikahannya dengan Maya wanita pemilik cintanya. Sementara itu Raya selalu menganggap Indra seperti Angelnya. Orang yang memberinya harapan baru dengan janji. Janji yang tak pernah ia tepati. Lalu apakah Raya akan menerima Indra? Apa selamanya ia hanya akan di jadikan yang kedua? Atau mencari Angel yang lain?? "Mengapa kau melamarku?" tanyaku menatap pada lelaki di depan. Lelaki yang sebulan lalu berhasil mengisi hatiku. Bahkan, sampai sekarang pun masih. "Aku telah mengatakannya, istriku yang memintamu. Ia ingin memiliki seorang anak dan ia tahu ia tak bisa memilikinya sendiri." "Maksudmu aku hanya kalian anggap sebagai sapi perah, begitu?" tanyaku sinis. "Tidak, tidak Raya. Tentu saja tidak." "Apa kau mencintaiku?" tanyaku mengalihkan topik. Sekilas aku melihat Indra menegang sebelum dengan cepat ia kembali menguasai diri. "Maaf, aku tidak mencintaimu, mungkin belum. Tetapi aku berjanji akan mencintaimu. Bagaimana apa kau mau menjadi istriku?" * * * Huhuhu. Penasaran Raya terima Indra atau gak? Cus, langsung di kepoin aja. Udah END loh!:()

More details
WpActionLinkContent Guidelines