freyan khaulandra jayawardhana

freyan khaulandra jayawardhana

  • WpView
    Reads 12,648
  • WpVote
    Votes 1,329
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 19, 2026
WpInfo
Fanfic
Sejak kecil, hidup Freyan Khaulandra Jayawardhana sudah ditentukan oleh orang tuanya. Ia tidak pernah benar-benar memiliki pilihan-semua keputusan penting diatur tanpa memberi ruang untuk keinginannya sendiri. Termasuk pernikahannya. Freyan menikah dengan Marsha, putri dari rekan bisnis ayahnya. Pernikahan tanpa cinta, hanya sekadar kontrak untuk memperkuat hubungan bisnis kedua keluarga. Mereka berdua sepakat sejak awal: tidak akan mencampuri kehidupan satu sama lain. Pernikahan ini hanya sebatas status di atas kertas, tanpa ada perasaan yang terlibat. Namun, dari pernikahan itu, lahirlah seorang anak perempuan yang mengubah segalanya-Adelynn Aluna Jayawardhana. Seorang gadis kecil yang ceria dan penuh pengertian, satu-satunya cahaya dalam hidup Freyan yang terasa hampa. Hidupnya terus berjalan dalam keteraturan yang dingin, sampai suatu hari, Catherine Valencia-atau yang akrab dipanggil Erine-hadir dalam kehidupannya. Sekretaris barunya itu berbeda. Ramah, sopan, namun juga memiliki sisi ceria yang sulit diabaikan. Senyumnya menghangatkan, caranya berbicara menenangkan, dan tanpa sadar, Freyan mulai memperhatikannya lebih dari yang seharusnya. Semuanya berawal dari sebuah kejadian yang membuat hubungan mereka semakin dekat. Perlahan, Freyan menyadari ada sesuatu yang selama ini ia rindukan-sesuatu yang mungkin bisa ia temukan dalam diri Erine. Namun, apakah ia berani keluar dari kehidupan yang telah lama diatur untuknya? Ataukah ia hanya akan mengulang kesalahan yang sama? Sebuah perjalanan baru pun dimulai, membawa Freyan ke dalam dilema antara tanggung jawab, perasaan, dan kemungkinan akan cinta yang sesungguhnya. Cerita baru author, semoga suka ya.
All Rights Reserved
#5
frerine
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALANA : A Stepmother's Journey to Love [ TELAH TERBIT ]
  • Yakin Cuma Sahabat (FreSha)
  • The Silence That Shaped Me
  • Between Us #1 Permulaan
  • LimMit! (Sudah Revisi)
  • PENDULUM (BOOK III)
  • PERSONAL ASSISTANT
  • Crazy Guy Vs Sassy Girl ( ZEESHA )
  • I'm not Perfect [ FRESHA ]

Alana Refasya adalah perempuan yang nyaris tak tersentuh, elegan, mandiri, dan dihormati di dunia mode. Di usia 32 tahun, namanya bukan sekadar label, melainkan simbol eksklusivitas yang bertengger di puncak industri. Setiap gaun rancangannya bukan hanya sekadar pakaian, melainkan seni yang membingkai keanggunan. Sosialita, selebritas, bahkan bangsawan berlomba mengenakan karyanya. Wajahnya menghiasi layar-layar raksasa di kota besar, terpampang dalam cahaya gemerlap yang menciptakan ilusi kesempurnaan. Namun, kesempurnaan adalah fatamorgana yang mudah runtuh saat berhadapan dengan kenyataan. Pernikahan dengan Erland Addison membawanya ke dunia yang tak pernah ia kenal sebelumnya, sebuah rumah yang megah, tetapi kehilangan makna sebagai tempat berpulang. Ada sesuatu yang salah di rumah ini. Mereka yang tinggal di dalamnya terlalu terbiasa untuk merasa tidak dicintai. Terlalu lama mengandalkan satu sama lain tanpa pernah benar-benar percaya bahwa mereka tetap membutuhkan sosok ibu atau pasangan hidup. Dan saat itu juga, kenyataan menghantam Alana dengan keras. Keluarga ini telah porak-poranda dalam genggaman perempuan yang seharusnya menjadi tempat pulang mereka. Hancur begitu saja. Mengikis keyakinan bahwa mereka pantas dan layak dicintai. Luka-luka lama mengakar begitu dalam, kepercayaan telah lenyap, dan di dalam rumah ini, rumah yang seharusnya menjadi tempat kembali-tidak ada ruang bagi siapa pun yang mencoba masuk. Anak-anak itu menatapnya dengan sorot mata waspada, seakan menunggu saat ia melakukan kesalahan. Mereka tidak butuh ibu baru. Mereka tak ingin percaya lagi. Dan Alana pun sadar... perjalanannya baru saja dimulai. Karena ia tahu, membangun rumah bukan sekadar memiliki dinding dan atap. Bahwa memenangkan hati tidak sesederhana merancang gaun yang sempurna. Dan di tempat ini, di antara hati yang telah lama kehilangan kepercayaan, ia mengerti satu hal, sekadar usaha tidak akan pernah cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines