Amorfatin dan Kalbu

Amorfatin dan Kalbu

  • WpView
    Reads 156
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Jun 5, 2025
WpInfo
Fiction
Historical
Kamala, anak yang akrab dengan sunyi dan bisikan angin malam. Dalam pelukan kasur yang setia menemaninya, ia menghabiskan waktu-tanpa suara, tanpa kehangatan. Rumahnya luas, namun kosong, seolah hanya bayang-bayang yang berbisik di sudut-sudutnya, menggantikan tawa yang tak pernah ada. Apakah kamala akan terus seperti ini?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kemana Arah Pulang?
  • Dalam Diam, Aku Pamit {Terbit}
  • [✓] Camera | Beomgyu
  • Semesta Berlima
  • Lovely - Kim Doyoung[✓]
  • Our Emergency Calls
  • I'm Rafkal Not Raskal !!
  • [✔] Seano Erlangga

Insiden yang merenggut kedua orang tua mereka telah mengubah segalanya. Rumah yang dulu penuh dengan tawa dan kebahagiaan kini terasa hampa dan penuh kesedihan. Setiap sudut rumah yang mereka tinggali kini penuh dengan kenangan akan masa lalu, dan rasa kehilangan yang tak terhingga. Lima bersaudara itu terjebak dalam arungan luka tak kasat mata. Terkunci dalam labirin ketakutan yang tanpa sadar telah mengikis tali persaudaraan mereka. Maraga, si sulung yang harus merelakan masa kuliahnya dan beralih menjadi tulang punggung keluarga. Reshaya, sang kakak kedua yang enggan berbagi duka. Hendara, si anak tengah yang selalu menangis di sepertiga malam hanya karena merindukan Bunda. Dan si kembar, Juandika dan Anandika yang sama-sama memendam sesak tak berkesudahan. "Aku kangen rumah yang dulu." "Kita berdamai sama-sama ya? Jangan ada lagi yang di pendam." Written by Kala Rune Desember, 2024

More details
WpActionLinkContent Guidelines