The ArYan
  • WpView
    LECTURES 2,100
  • WpVote
    Votes 197
  • WpPart
    Chapitres 10
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mer., mai 6, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Comédie Romantique
Fin Heureuse
Triangle Amoureux
Kisah ini, menceritakan tentang seseorang yang trauma dengan masa lalunya. Ia sangat tidak ingin jika ada seorang pun membahas tentang masa lalunya kembali. Tetapi untungnya, ia memiliki pendamping hidup yang bs menerima apa adanya dirinya, setia menemaninya kapan, dimana, dan dalam keadaan apa pun. Seseorang itu jg dpt menghilangkan sedikit demi sedikit rasa traumanya dengan masa lalunya. "Kata orang-orang benar Gus. Kenapa harus aku yang dinikahin sama, gus. Padahal perempuan yang lebih baik dari aku itu banyak. Apalagi ustadzah, ning yang ada di pondok juga banyak yang lebih baik. Kenapa harus aku Gus? Aku juga memiliki masa lalu yang jauh dari kata agama.. Aku ngerasa gak pantas nikah sama Gus." "Saya akan tetap mencintai kamu, Ra. Saya gak peduli apa yang dikatakan orang-orang. Walaupun kamu memiliki masa lalu yang jauh dari agama, saya akan membimbing kamu. Saya memang diam, tapi hati saya bercerita tentang kekaguman yang terucap kata. Bagaimana mungkin satu pertemuan, meninggalkan jejak sedalam lautan??" ... Bagaimana kelanjutan cerita dari Gus Rayyan yang menikahi seorang santrinya yang ternyata adalah seorang gadis yang pernah ia temui waktu ia masih kecil?? Happy Reading!!!😍
Tous Droits Réservés
#130
araya
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • 10. Saktah
  • DIBALIK DINGINMU, ADA AKU.
  • Keenasyaa (REVISI.)
  • KAGUM
  • Annam Al Abbiyan
  • GuS [END]
  • My Destiny With You [END]
  • Mutiaraku
  • imam terbaik ku (tamat) REVISI
  • cinta yang terlambat

"Belajar apa hari ini Gus, dengan anak-anak?" "Tajwid. Anak-anak belajar Bacaan istimewa dalam al quran, bacaan gharib." "Kenapa membaca al quran harus dengan tajwid, Gus?" "Perintah Allah. Agar kita menjaga kemurnian Al quran, melafadzkan sesuai hak-hak hurufnya dan menjaga lisan agar tidak terjadi kesalahan yang mengakibatkan terjerumus perbuatan dosa." jawab seorang pria yang dipanggil Gus. Si Wanita yang bertanya tadi tersenyum simpul. "Sepertinya Gus, Perjalanan kisah kita akan serupa dengan salah satu makna bacaan gharib. Yaitu saktah. agar kita sama-sama menjaga kemurnian hati, menjaga hak-hak pribadi kita dan agar kita terhindar dari perbuatan dosa." Pria itu terdiam mencerna ucapan wanita yang duduk di seberangnya. "Saktah?" tanyanya dan Sang Wanita mengangguk. "Iya. Saktah. Aku yakin Gus lebih paham makna saktah. Kita perlu memberi jeda, berhenti sejenak, menekan ego kita sambil memikirkan apakah kita ini benar-benar yang terbaik untuk satu sama lain, setelah itu kembali kita teruskan." jelas Si wanita dan langsung beranjak dari tempat itu. Sang Pria masih duduk sembari menatap kepergian wanita yang pernah ingin dia nikahi. Senyum tipis tercetak di wajahnya, di tengah keramaian kota itu dia bergumam sendiri, "Kamu lupa, jika menemui tanda saktah, bukan hanya harus memberi jeda tapi juga harus menahan napas. Aku belum tau seberapa lama kemampuan manusia bisa menahan napas. Doaku, kamu segera kembali atau aku akan kehabisan napas karena terlalu lama mengamalkan saktah.".

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu