Bernaung Di Langit Biru

Bernaung Di Langit Biru

  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 31, 2025
Kisah antara dua manusia yang bingung dan terjebak di antara dua pilihan, "haruskah kita melangkah kedepan? atau sudahi saja?". Bertahun-tahun berlalu, buku buku usang sudah ia simpan rapi di rak buku berwarna coklat kayu. Siapa sangka? Gadis kecil bernama Biru itu menemukan buku diary milih ibundanya yang sudah lama tak ia jamah. Apakah dia akan membaca buku itu dan tahu rahasia ibunya itu? Bagaimana responnya jika gadis itu membaca cerita ibunya saat masih remaja?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aishiteru
  • **RAHASIA PULAU YG TERLUPAKAN**
  • Bound Dreams
  • Our story
  • Bentangan Payung Biru
  • My Lovely Sister (S1) [COMPLETE]
  • Constellations From The Room
  • ADOPT THE FUTURE
  • Cerita Seorang Pelajar
Aishiteru

"kau terlalu ikut campur urusanku!memangnya kau itu siapa?mulai sekarang jauhi aku!"Yusuf menatap tajam ke arah gadis di depannya. Perlahan laki-laki itu melangkahkan kakinya pergi meninggalkan gadis yang tengah mematung. Iris mata Aru melebar, ada dirinya berbuat kesalahan untuk ke dua kalinya? Ombak laut bergemuruh mengiasi malam yang tidak pernah di inginkan si gadis. Aru melepaskan satu sandalnya dan tanpa ragu melemparkan ke arah laki-laki yang tengah berjalan menjauh darinya. "Buggh!" Sandal itu tepat mengenai tengkuk Yusuf. "Kenapa kau selalu menutup mata?bukalah matamu dan lihatlah ke depan dasar bodoh! masih ada banyak orang yang peduli kepadamu, jangan memendam masalah sendiri! ceritalah kepadaku atau kepada orang yang kau percayai aku tahu itu tidak akan membantu menyelesaikan masalah tapi hal itu bisa akan meringankan beban pikiranmu."Aru berbicara dengan lantang. Yang membuat langkah kaki laki-laki bermanik coklat itu terhenti. Yusuf membalikan badan, lalu menatap gadis bersurai coklat itu dengan mata sayu. Mata mereka saling bertemu. Angin laut menerpa tubuh mereka, membuat rambut ikal berwanran coklat milik sang gadis bergibassan kesana kemari. Yusuf mengambil sandal pink yang berada di depannya lalu perlahan menghampiri Aru. "jika aku memberi tahu beban pikiranku, aku takut membuatmu atau orang di sekitarku merasa sedih, aku tidak ingin merusak kebahagian orang."

More details
WpActionLinkContent Guidelines