Asmara di Bandung

Asmara di Bandung

  • WpView
    Reads 170
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 25, 2025
Dalam hidup, kita selalu bertemu dengan orang baru untuk saling mengenal diri dan menjalin sebuah hubungan baru. Dan dalam setiap pertemuan, sebuah perasaan baru selalu terlahir di dalamnya sebagai bentuk pengenalan pada dua hati berbeda yang baru bertemu. Entah perasaan yang dapat melibatkan hati ataupun tidak. Sama dengan seorang gadis bernama Saina Amara ini, saat berada di Bandung, Saina tak menyangka bisa terlibat langsung dengan sebuah kejadian yang sebelumnya bahkan tak pernah terjadi dengannya dan menjadi pemeran utama langsung di kejadian itu. Sebuah kejadian yang melibatkan perasaan hati yang terlalu sering di rasakan setiap manusia. Yang membuktikan secara langsung, bahwa betapa berpengaruh nya sebuah perasaan di setiap pertemuan. Dan kejadian apakah yang membuat Saina tak menyangka bahkan kebingungan menghadapi kejadian itu? Yang pasti, kejadian ini tentang satu hati yang menumbuhkan sebuah perasaan mendebarkan untuk hati yang lain. Yang mana, hal itu membuat hati yang dituju merasa sangat terguncang dan tidak percaya.
All Rights Reserved
#255
anakremaja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ELGITA  (TERBIT)
  • Aku,kamu,dan Dia Yang Membuatku Pulih
  • SERENDIPITY : a Fact
  • Hiraeth to Everlasting Sun
  • Lost In Your Song
  • Nyala dan Arus
  • Jejak Hati di Persimpangan Takdir
  • AKSA'S | HARUTO ✅

Warning ❗Plis, no copy paste/plagiat cerita orang❗sebelum membaca Vote dan follow. ⚠️ Sebagian part di hapus untuk kepentingan penerbitan. Jika ingin membaca lebih lengkapnya, bisa membeli novelnya melalui marketplace shopee penerbit: rangkai_media.id ⚠️ Gita hanya ingin hidup seperti remaja lainnya. Bersekolah, menari dan dicintai keluarganya, tapi dunia tak seindah itu. Dipaksa bertahan di rumah yang tak pernah menganggapnya anak . Gita hidup dibawah bayang - bayang kekerasan fisik dan batin. Di sekolah pun dia tak menemukan pelarian. Sahabat yang dulu dekat, kini berubah menjadi pelaku perundungan yang melukai. Sampai akhirnya, Elvan hadir. Pemuda asing yang melihat luka yang tak semua orang peduli. "Kalau mau nangis, nangis aja. Gak usah ditahan." "Menangis ngak bikin lo lemah. Kadang itu yang bikin lo bertahan." Di antara luka, hujan, dan tarian yang dipaksakan tetap indah. Gita belajar satu hal penting, bahwa bertahan bukan soal kuat atau tidak, tapi soal berani mencintai diri sendiri meski dunia terus menolak. "Aku juga pengen ngerasain pelukan dari orang yang aku panggil Mama..." "Apa Gita begitu menjijikan sampai kalian ngak mau makan satu meja pun denganku?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines