Pernikahan Tanpa Cinta

Pernikahan Tanpa Cinta

  • WpView
    Reads 2,979
  • WpVote
    Votes 92
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 26, 2025
Pernikahan Jihan dan Rega bukanlah pilihan, melainkan keputusan tak terelakkan dari mendiang Ayah Rega, Anggara Pratama. Sejak awal, Rega dan keluarganya tidak pernah menganggap Jihan sebagai bagian dari hidup mereka. Baginya, Jihan hanya istri yang terpaksa hadir tanpa kasih sayang dan perhatian yang perlu ia berikan. Rega yang sudah trauma untuk berkomitmen, hanya menjalani kewajiban materi kepada Jihan-meski tak pernah peduli dengan perjuangannya. Saat Jihan mengandung dan melahirkan Jenar, ia harus bertahan meski kekuatan tubuhnya semakin menipis. Rega hanya menyumbang uang untuk kebutuhan rumah tangga, sementara Jihan menjalani hidupnya tanpa dukungan emosional. Kehidupan semakin berat saat kehamilan kembar datang. Tubuhnya yang lelah kerap dipenuhi rasa sakit, pendarahan, dan kram, namun ia terus berjuang tanpa ada yang peduli. Di tengah kesunyian dan penderitaan yang menghimpitnya, akankah Jihan tetap bertahan dalam pernikahan yang rapuh ini, ataukah Rega akhirnya akan membuka mata dan melihat perjuangan besar yang telah dilakukan Jihan demi keluarganya?
All Rights Reserved
#298
diabaikan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bad Wedding [Complete ✓] Tahap Revisi
  • JODOH UNTUK PAK DOSEN
  • Before Wedding [END]
  • 𝗜𝗺𝗽𝗿𝗼𝗽𝗲𝗿 𝗠𝗮𝗿𝗿𝗶𝗮𝗴𝗲
  • Cincin terakhir istriku ✔
  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • The power of istri sah [ REVISI🌷]
  • Hushed Vows

"Aku ... hamil," lirihku. Aku menunduk, tak berani untuk menatap matanya yang memandangku dengan tajam dan menusuk. Hening. Rasanya, suasana di ruang makan kini terasa semakin mencekam. Aku memberanikan diri untuk mendongak menatapnya secara perlahan. Tatapan kami bertemu beberapa detik. Matanya memancarkan raut ketidak percayaan sekaligus sedikit rasa senang. Lalu didetik kemudian, dirinya mengubah tatapannya, lalu menatapku dengan sengit. "Apa katamu?" "Aku ... Hamil Mas Faisal, anak kamu," jawabku dengan nada pelan, aku masih menatapnya dengan tatapan sendu. Dia mengalihkan pandangannya sesaat, mengacak-acak rambutnya secara gusar, kemudian ia tertawa. "Apa katamu? Kau hamil? Hamil anakku? Cih. kau pikir aku percaya? Tidak!" **** Nadira Andriyani Wijaya, wanita cantik dengan rasa sabar dan keteguhan hatinya, harus dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan pria pilihan mereka. Bahkan Dira saja tidak mengenali siapa pria itu. Namun, demi kebahagiaan kedua orang tuanya, ia akan menerima dan menjalani hari-harinya sebagai seorang istri. Ia harus jatuh bangun dan menangis setiap hari karena pernikahan yang tidak pernah terbayangkan oleh dirinya. Apakah kehidupan dira akan bahagia? Atau malah sebaliknya? #peringkat 1 perjodohan (01-08-2020)

More details
WpActionLinkContent Guidelines