Everblue

Everblue

  • WpView
    Reads 60
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 23, 2025
Laut selalu ada di sana. Tak peduli seberapa jauh seseorang melangkah, ombaknya tetap bergulung, menyapa pasir dengan cara yang sama seperti kemarin, hari ini, dan mungkin esok. Hinami Yuri tumbuh dengan keyakinan bahwa hidupnya pun seperti itu-teratur, stabil, dan sudah ditentukan arahnya. Sebagai anak sulung keluarga Yuri, ia terbiasa menjadi sempurna. Tidak ada ruang untuk kesalahan, tidak ada tempat untuk kebebasan. Hingga suatu sore, dalam sebuah pertemuan yang seharusnya hanya sekadar kebetulan, ia bertemu dengan Amagi Hiiro. Anak laki-laki itu membawa sesuatu yang selama ini tak pernah benar-benar berani ia inginkan: kemungkinan. Dengan mata biru yang bersinar seperti langit setelah badai, Hiiro mengajaknya melihat dunia dengan cara yang berbeda. Tapi, seberapa jauh seseorang bisa berlari sebelum akhirnya harus berhenti? Seberapa lama mereka bisa bersama sebelum kenyataan menarik mereka kembali? Di bawah langit yang perlahan berubah, dengan ombak yang tak pernah berhenti berbisik, kisah ini dimulai. Karena tidak ada yang benar-benar kebetulan. Seperti laut yang selalu kembali menyentuh pantai, takdir pun bekerja dengan caranya sendiri. © Shiori Shiramitsu © Happy Elements K.K.
All Rights Reserved
#189
musik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langkah Berat, Mimpi yang Tertinggal.
  • DOPAMINE [HIATUS]
  • [✓] Daisy's Memories [Umemiya X F.Readers]
  • [ON GOING!] Berbisik Ke Bumi
  • Kanvas Kelabu ft. ITZY ot5 (END)
  • Cinta Berbalut Puisi
  • New Universe : Transmigration

"Menjadi anak pertama bukanlah pilihan, tetapi tanggung jawabnya datang tanpa bisa ditolak." Fiora Mahira tumbuh dengan mimpi besar, tetapi kenyataan menuntutnya untuk menundanya. Saat teman-temannya sibuk merangkai masa depan di bangku kuliah, ia harus bekerja demi menopang keluarganya. Dengan gaji kecil, ia berusaha membagi setiap rupiah untuk keluarganya. ibunya yang sakit, adiknya yang masih sekolah, dan ayahnya yang hanya bekerja sebagai kuli bangunan. Ketika segalanya terasa semakin sulit, satu pemikiran muncul: merantau ke kota, mencari kehidupan yang lebih baik. Namun, keinginannya bertemu tembok besar-orang tuanya melarang. Fiora bersikeras, mengatakan ini untuk pengalaman, meski jauh di dalam hatinya, ia hanya ingin memperjuangkan hidup yang lebih layak bagi keluarganya. Tapi, apakah tekad dan pengorbanannya cukup untuk mengubah nasib? Ataukah ia akan menghadapi kenyataan yang lebih pahit di luar sana?

More details
WpActionLinkContent Guidelines