When Envy Burns

When Envy Burns

  • WpView
    Reads 97
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 7, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"Mulai hukuman matinya sekarang." Suara Athan terdengar dingin, datar, tatapannya tajam, perlahan ia berbalik, langkahnya menggema di ruangan sunyi itu, menuju pintu biru, semakin menjauh dari jeritan yang memenuhi udara di belakangnya. Saat ia melewati ambang pintu, tubuhnya bergetar halus. Bahunya yang tegang sedikit merosot, seakan beban yang ia pikul selama ini akhirnya menunjukkan wujudnya. Ia terhenti di sana, diam, napasnya berat, perlahan air matanya keluar, lalu suara lirihnya pecah dalam keheningan. "Maaf... aku terlambat, Hera." ------ hai-hai-haii~ welcome to Varithia's World When Envy Burns adalah sebuah kisah tentang lika-liku kehidupan cinta Athan, rumitnya persahabatan Izbele dan Hera, ambisi, dan perasaan yang perlahan berubah di Akademi Varithia. Hera dan Izbele dulu selalu bersama, tapi kini dunia mereka tak lagi sama. Ambisi Hera membawanya semakin dekat dengan Athan, pemimpin akademi Varithia berbakat yang disegani, juga merupakan satu-satunya pewaris kerajaan Varithia. Sementara Izbele merasa tertinggal-ditelan bayang-bayang cemburu dan kekecewaan. Kepo dengan kisah mereka bertiga? Yuk terus ikuti tiap episode nya.... Warning! Cerita ini ngga cocok buat orang yang gampang cemburu dan yang suka cerita romance yang adem ayem bae... hihi~ enjoy reading~ Rate : 17+ written by a newbie.
All Rights Reserved
#99
lovetriangle
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [END] When the Stars are Tired
  • FRIENDzone (Completed)
  • The Chance
  • Dua Cinta (Our Promise)
  • La Lune Attire ✓
  • RinduMahesa
  • SACRIFIER | ONGOING and REVISION

[TAMAT-LENGKAP] Vote dan komentar sangat diapresiasi😺 Di kota yang tidak pernah benar-benar tidur, di antara bangunan yang dibangun dari ambisi dan jalanan yang tak pernah mengizinkan langkah berhenti terlalu lama, ada dua jiwa yang terus berjalan bukan karena tahu arah, tetapi karena tak tahu bagaimana cara berhenti. Prawira Dirja Kartasasmita yang tumbuh terlalu cepat, terlalu sunyi, terlalu terbiasa membungkam isi hati demi memenuhi ekspektasi. Hidup dalam dunia yang menuntut ketegasan tanpa jeda, di mana keberhasilan adalah mata uang, dan kelembutan dianggap kelemahan. Bukti nyata bahkan jiwa yang paling terlatih pun, pada akhirnya, bisa lelah juga. Rania Dwijaswari Atmadja yang dibesarkan dengan cinta dan tawa keluarga. Anak tunggal yang belajar menjadi dewasa sebelum waktunya, tetapi sering lupa bertanya apakah dirinya baik-baik saja. Di balik senyumnya tersimpan pertanyaan sederhana: akankah ia menemukan dirinya lagi jika terlalu lama beristirahat? Dalam perjalanan panjang yang penuh kebetulan untuk mencari tempat rehat dari kungkungan ekspektasi, akankah dua jiwa ini menemukan alasan untuk tetap duduk, ataukah pintu untuk pergi terasa lebih mudah untuk dijalani? #2 di Romansa (30 Juli 2025)

More details
WpActionLinkContent Guidelines