nazela nggak pernah kepikiran kalau teman sebangkunya di kelas 11 ini bakal jadi seseorang yang mengubah harinya-atau bahkan hidupnya. angkasa, cowok dengan tatapan datar dan sikap malas-malasan, awalnya cuma sebatas teman duduk yang sering minjem pulpen dan tidur di jam pelajaran.
tapi semakin lama, semakin banyak hal kecil yang nazela sadari tentang angkasa. cara dia tersenyum tipis waktu berhasil ngerjain soal matematika, suara rendahnya waktu manggil nama nazela, atau kebiasaan randomnya yang selalu mencoret meja dengan kutipan aneh.
di antara candaan, tugas sekolah, dan momen-momen yang nggak terduga, nazela mulai bertanya-tanya... apakah ini cuma sekadar teman sebangku? atau perasaan mereka sebenarnya lebih dari itu?
Tous Droits Réservés