Story cover for Skateboard wheels  by BODACIOUS_88
Skateboard wheels
  • WpView
    Reads 2,496
  • WpVote
    Votes 955
  • WpPart
    Parts 11
  • WpView
    Reads 2,496
  • WpVote
    Votes 955
  • WpPart
    Parts 11
Complete, First published Mar 07
Terombang-ambing dalam alur hidup memang bukan lagi pengalaman yang baru. Mereka sadar jika sesuatu tidak selalu berjalan mulus, entah itu tentang rencana mereka ataupun tentang harapan mereka. 

 Namun, meskipun demikian, setidaknya masih ada hal-hal yang membuat mereka bertahan. Setiap harinya, tanpa sadar, tanpa disengaja, mereka menjadi alasan bagi masing-masing nya untuk tetap hidup di hari sekarang dan seterusnya. 

  Tetapi, sampai kapan?

       "kamu harus menjaga keseimbangan diri ketika berada di atas skateboard, tak peduli seberapa lama rodanya berputar dan seberapa rumit jalannya. Dan Kadang, dalam hidup, kamu juga harus seperti itu; memegang kendali penuh atas dirimu mu sendiri. Tak peduli seberapa jauhnya takdir membawa mu pergi dan seberapa besar rintangan yang kamu hadapi."   - Izza Agnibrata
All Rights Reserved
Sign up to add Skateboard wheels to your library and receive updates
or
#85pensi
Content Guidelines
You may also like
LOST MY BREATH (ON GOING) by rainbowrubyynvl_
6 parts Complete
INI CERITA KARYA IMAJINASI AKU SENDIRI. JADI, JIKALAU ADA NAMA, TEMPAT DAN LAIN SEBAGAINYA YANG SAMA MUNGKIN ITU HANYA KEBETULAN SAJA. KARNA CERITA INI BENER-BENER KARANGAN AKU SENDIRI. MOHON DILARANG UNTUK PLAGIAT DALAM BENTUK APAPUN!!! -------- "Sisi lain yang tersembunyi..." ___ Seperti halnya luka. Ketika kamu belum merasakan bahwa kamu terluka maka kamu tak akan tau betapa pedihnya yang dirasa dari luka itu sendiri. Tapi ketika kamu tau atau bahkan mulai menyadari, maka kamu akan mulai merasakan betapa pedihnya luka itu. Meski itu hanya luka kecil sekali pun. Ketika kamu butuh sosok seorang yang menyayangi dan mencintaimu dengan tulus, saat itu juga kamu akan merasakan betapa pahitnya rasa sayang dan juga cinta, Secara bersamaan. Kamu akan mengerti ketika semuanya telah hilang, ketika semuanya menganggap Kamu tak ada bahwa sesungguhnya kamu ada. Dan kamu hanya bisa diam dan menerima, walau semua itu menyakitkan sekalipun. Airmata juga sudah tak ada gunanya hanya untuk menangisi sesuatu yang sudah terjadi. Tapi, meskipun begitu. "Kenapa airmata ini selalu saja keluar tanpa aku minta?" "Saat aku ingin bertahan pun, rasanya itu semua akan sia-sia. Tak ada yang perlu dipertahankan jika nantinya akan berakhir menyakitkan." "Terlebih, jika harus merasakan yang tak seharusnya itu terjadi secara langsung didalam hidupku" "Tak ada yang perlu dikasihani, Karna aku tak butuh rasa kasihan itu. Dan tak ada yang perlu diprihatinkan, ketika semua yang aku rasa telah hilang..., dan..., mati!" Sungguh, betapa kejamnya takdir mempermainkannya. 🍁🍁🍁
Serambi Doa [REVISI] by umut_ufh
36 parts Complete
Mahyra segera berlari, untungnya ia tak pergi jauh. Ia masuk ke dalam gedung, melewati koridor. Sial, kelasnya berada di lantai tiga. Ia menunggu dengan gelisah di depan lift, sampai lift terbuka ia segera masuk dan menekan tombol nomor 3. Ia panik, waktunya semakin berjalan, Tinnn Bunyi lift terbuka dengan cepat ia keluar, dan berbelok ke arah kanan menuju kelas paling ujung namun naas kembali menimpa dirinya. Ia menabrak sesuatu lebih tepatnya menambrak punggung seseorang yang membuatnya harus terjatuh tertimpa buku yang di bawah oleh orang tersebut. Orang itupun ikut terjatuh. "Shit, heh lo ngapain sih!" Mahyra tak memperdulikan apa yang dikatakan oleh orang tersebut. Ia masih mengusap bokongnya sekaligus kepalanya yang sakit karena terjatuh dan tertimpah buku. Kembali melirik jam, gawat dia terlambat setengah jam. Bisa mampus dirinya jika ketahuan mamanya. Ia berdiri, tanpa mengucapkan apapun, menghiraukan pria yang sudah mengumpat hebat kepadanya. Namun ia tak peduli, ia kembali berjalan dengan cepat sebab tak mampu berlari. "Cewek sinting" pria itu berteriak, pria yang tak bisa menghilangkan kekesalannya, akan memastikan ketika bertemu dengannya kembali, pria itu akan memberikan pelajaran untuknya . . "Semua pasti punya masalah bukan?". Kalau gak ada masalah dan hidup baik-baik saja, maka itu namanya bukan kehidupan. Begitupun hidup Mahyra, bagaimana dihadapkan dengan keluarga, pertemanan, cinta, bahkan sampai dirinya dengan TuhanNya. "Apakah Ia mampu melewati semuanya, atau malah menyerah?".
Eliinaa by vfryfrljnvsnmtm
5 parts Complete
Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.
BOY & SENJA by senand1ka_Tales
13 parts Ongoing Mature
[FOLLOW AUTHOR SEBAGAI UANG PARKIR] Ada luka yang tak bisa dilihat. Ada kenangan yang tak bisa dihapus. Ada nama yang terus bergema dalam ingatan, meskipun pemiliknya sudah lama menghilang. Boy Zayendra Valtan tumbuh dengan kepalan tangan dan luka yang tak pernah benar-benar sembuh. Hidupnya bukan tentang mencari kebahagiaan-tapi tentang bertahan. Ia mengubur semua yang rapuh dalam dirinya, menenggelamkan masa lalu di balik geng motor, perkelahian, dan jalanan yang selalu membawanya pulang dalam keadaan babak belur. Namun, semuanya mulai retak saat ia kembali bertemu dengan seseorang dari masa lalunya. Senja Aprilianti Alvarina. Sebuah nama yang terasa akrab. Sebuah wajah yang seharusnya hanya ada dalam ingatan masa kecil yang buram. Tapi kenapa setiap melihatnya, Boy merasa seperti sedang melihat bayangan dari sesuatu yang telah ia lupakan-atau sengaja ia buang? Ada sesuatu di antara mereka. Sebuah cerita yang belum selesai. Sebuah kebenaran yang selama ini tersembunyi di balik ingatan yang terfragmentasi. Namun, pertanyaannya adalah... Apakah semua itu pantas diingat? Atau justru ada alasan kenapa masa lalu seharusnya tetap terkubur? Karena tidak semua yang kembali membawa kehangatan. Beberapa, hanya akan membuka luka yang lebih dalam... dan menghancurkan segalanya. "Gue pikir, kalau gue cukup kuat, cukup keras, cukup kejam sama dunia, gue nggak akan takut kehilangan lagi. Tapi pas dia muncul, gue sadar... gue cuma bocah tolol yang nggak pernah benar-benar siap ditinggal pergi." Senja: "Mungkin kita nggak bisa siap. Tapi aku yakin, kamu bakal kuat. Walau kadang, kehilangan itu tetap datang." ‼️ TINGGALKAN JEJAK, WAJIB ‼️ /Semua ini hasil karangan sendiri!! dilarang plagiat‼️
Summer Triangle  (Revisi) by Eiralune_
48 parts Complete
"Qi, bisa gak jangan kekanak-kanakan?! Kalo gue salah, kasih tau gue! Biar gue perbaiki!" Are tidak mengerti dengan perubahan sahabatnya akhir-akhir ini. Qira yang terbiasa mengganggunya dengan Lexa, kini menjauh secara tiba-tiba. Perempuan itu bersikap seolah tidak ingin mengenalnya lagi. "Kita sahabatan bukan satu atau dua tahun!" Awalnya Are senang, saat Qira secara perlahan menjauhinya dan juga Lexa. Bukan dia tidak senang ketika Qira berdekatan dengannya, hanya saja situasinya telah berubah. Kini Are sudah memiliki kekasih, yaitu Lexa. Dia takut, kedekatannya dengan Qira akan melukai Lexa. Namun, Are menjadi resah ketika Qira benar-benar memblokir aksesnya untuk menemui perempuan itu. Pesan, atau sapaannya tidak mendapat feedback baik dari Qira. Qira yang semula membelakangi Are, kini mulai membalikkan tubuhnya. Dia menatap Are tepat di kedua bola matanya. "Gue takut mati di tangan lo, Are!" ✯✯✯ "π™·πšžπš‹πšžπš—πšπšŠπš— πš”πš’πšπšŠ πšœπšŽπš™πšŽπš›πšπš’ πšœπšžπš–πš–πšŽπš› πšπš›πš’πšŠπš—πšπš•πšŽ. π™½πšŠπš–πšžπš—, πšœπšŠπš’πšŠπš—πšπš—πš’πšŠ πšŠπš”πšž πšπš’πšπšŠπš” πš’πš—πšπš’πš— πš–πšŽπš—πš“πšŠπšπš’ π™³πšŽπš—πšŽπš‹, πš’πšŠπš—πš πš–πšŽπš—πš“πšŠπšπš’ πš“πšŽπš–πš‹πšŠπšπšŠπš— πšžπš—πšπšžπš” π™°πš•πšπšŠπš’πš› πšπšŠπš— πš…πšŽπšπšŠ." -π‘ͺπ’‰π’‚π’’π’Šπ’“π’‚ π‘Ίπ’‰π’‚π’Šπ’Žπ’‚ π‘³π’π’—π’Šπ’† ✯✯✯ α΄‹α΄€ΚŸα΄€α΄œ ʙᴇʀʙᴀᴋᴀᴛ, α΄›Ιͺα΄…α΄€α΄‹ α΄α΄œΙ΄Ι’α΄‹ΙͺΙ΄ α΄˜ΚŸα΄€Ι’Ιͺα΄€α΄›! #1 friends #1 Time travel #1 teen #1 frendszone #1 sahabat #1 sadstory #1 friendship #1 broken #1 brokenheart #1 rahasia
You may also like
Slide 1 of 9
Breathe cover
LOST MY BREATH (ON GOING) cover
BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End) cover
Serambi Doa [REVISI] cover
Eliinaa cover
Jalan Cerita Terakhir Azalea  cover
GLANCE  cover
BOY & SENJA cover
Summer Triangle  (Revisi) cover

Breathe

59 parts Complete

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-