Ada orang-orang yang datang sebagai kebetulan, lalu tinggal sebagai sesuatu yang tidak pernah kita rencanakan. Sabiru mengenal Senjani sebagai seorang pelanggan yang hampir setiap sore datang untuk segelas minuman manis. Senjani mengenal Sabiru sebagai barista baru yang entah mengapa selalu hadir di hari-hari yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Sesederhana itu. Sampai perhatian kecil mulai terasa terlalu berarti, dan kedekatan yang seharusnya biasa justru membuka kembali hal-hal yang selama ini mereka sembunyikan. Senjani takut mempercayai. Sabiru takut kehilangan. Lantas, jika dua orang yang sama-sama takut jatuh kembali dipertemukan, siapa yang akan lebih dulu berani tinggal? Barangkali, setelah luka, hati tidak membutuhkan seseorang untuk menyembuhkan. Hanya seseorang yang membuatnya percaya bahwa mencoba sekali lagi tidak selalu berakhir dengan kehilangan.
Más detalles