18
  • WpView
    Reads 42
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 9, 2025
Beberapa kisah dimulai dengan pertemuan yang tak disengaja. Beberapa lainnya lahir dari perkenalan yang biasa saja, yang tanpa disadari, perlahan berubah menjadi sesuatu yang lebih berarti. Dan ada pula kisah yang bermula dari satu kalimat sederhana. "Maul, kamu keren, sabar banget!" Hanya satu kalimat. Ditulis di selembar kertas kecil dalam sebuah permainan kelas. Mungkin bagi sebagian orang, itu tidak berarti apa-apa. Tapi bagi Maulana, sejak hari itu, ada sesuatu yang berbeda dalam dirinya. Ada satu nama yang mulai diam-diam memenuhi pikirannya-Lia. Tapi cinta bukanlah sesuatu yang datang dengan mudah. Ada kebingungan, ada tanya yang tak terjawab, ada keraguan yang membuat langkah mereka terhenti di tengah jalan. Mereka berjalan di antara teka-teki perasaan, di antara kebersamaan yang selalu dekat tapi tak pernah pasti. Hingga akhirnya, pada sebuah tanggal yang akan selalu mereka ingat-18 November 2023-semua keraguan itu menemukan jawabannya. Tapi, apakah jawaban itu akan bertahan selamanya? Ataukah ini hanya permulaan dari sesuatu yang lebih besar? Karena, sebagaimana angka 18 yang menandai awal dan akhir dalam banyak hal-usia kedewasaan, tanggal yang spesial, atau bahkan sekadar hitungan waktu-kisah ini juga mungkin akan menjadi sesuatu yang lebih dari sekadar angka. Ini adalah kisah tentang Maulana dan Lia. Tentang ragu dan yakin. Tentang tanya dan jawab. Dan tentang 18 yang akan selalu mereka kenang.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tiga Belas Misi ✔️
  • Semesta
  • "𝙲𝚕𝚊𝚜𝚜𝚒𝚌 𝚃𝚎𝚎𝚗𝚜"
  • Morgan Story
  • This is Not A Good Love Story [COMPLETED]
  • MY ADORABLE NEIGHBOR
  • November (COMPLETED)
  • Lio & Aqila (END)
  • Rasa Tanpa Suara

"Kalau kamu benci dengan perpisahan, berarti kamu tidak punya hak untuk mengasihi pertemuan." "Kenapa gitu, Kak?" "Perpisahan ada karena eksistensi dari pertemuan. Jadi, bukankah kamu seharusnya membenci apa yang bisa membuat perpisahan itu muncul?" ••••• Mentari kira, jalan salah yang ia ambil adalah jalan yang terbaik. Jalan yang mungkin bisa membantu dirinya dan ayahnya keluar dari jerat kemiskinan. Namun, ternyata jalan itulah yang membuat Mentari dipertemukan pada sosok Bulan. Pemuda berwajah teduh yang dikenal dengan kalimat ajaibnya. "Lakuin sekarang, belum tentu lima menit yang akan datang kamu masih hidup." Tiga Belas Misi Menuju Kebahagiaan. Begitu Mentari menyebutnya. Khusus untuk Bulan, hanya untuk Bulan, pemuda baik yang tak lain adalah kakak tingkat di kampusnya. Namun, hari-hari yang mereka lalui demi menyelesaikan misi itu membuat semesta dengan lancangnya menciptakan perasaan baru di hati Mentari. Perasaan yang tak seharusnya tumbuh, terlebih jika itu tertuju pada Bulan. Apalagi ketika Mentari sadar, bulan lebih indah bersama bintang, bukan matahari. Ketika hati Mentari kian terluka dengan rasa yang tak mungkin terbalas, semesta justru menambah luka dengan rentetan kisah masa lalu yang terpaksa harus direka ulang. Lalu, kapan sekiranya semesta akan memberi tanggal yang tepat untuk kebahagiaan Mentari? ⚠️Mengandung kata kasar dan hal-hal berbau perundungan. Do not copy my story! Amazing cover by Dhiya Moon Started : 20 Agustus 2022 Finished : 08 Januari 2023

More details
WpActionLinkContent Guidelines