Pencuri hati om Erick! (21+) [END]

Pencuri hati om Erick! (21+) [END]

  • WpView
    Lectures 77,924
  • WpVote
    Votes 1,069
  • WpPart
    Chapitres 29
WpMetadataReadContenu pour adultesTerminé dim., mars 8, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
"Cuma berdua kan sekarang?" Erick berkata dengan nada terlalu tenang. "Saya jagain, deh. Nanti kalau ada suara aneh, kamu bisa minta peluk." "Kalau ada suara aneh pasti itu dari lo!" "Iya, siapa tau. Soalnya malam ini saya agak... liar." Dia memegang pinggang ramping Lily dari samping yang berhasil membuat pipi Lily menjadi merah. Lily menggertakkan gigi. "Erick." "Hmm?" "Lo gatel?" "Dikit." BUKHH!! *** Seorang gadis bernama Lily harus bertemu dengan pria bernama Erick yaitu sekertaris jomblo akut dari kakaknya yang seorang bos bernama Xavier itu. Mereka terlihat seperti anak kucing nakal dan seekor anjing yang ganas. Tiap hari ada aja masalah yang mereka debat kan sampai-sampai Xavier muak atas tingkah Lily dan Erick. apa yang terjadi di antara mereka ya?? yuk baca biar ga Penasaran.. ╭ʚ ୨୧‧₊˚ : Cerita murni dari pikiran Nifla. ┊ ꒷꒦୨୧˚ : Dilarang plagiat. ╰ʚ ୨୧‧₊ : Cover by Pinterest
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Cuddling Myself
  • The Devil's Angel [MASA REVISI!! + COMPLETED!!]✓
  • GHARIEL
  • My First Love [END]
  • HADIAH
  • KAKAK KELASKU YANG SEKSI (TAMAT)
  • Hutang Dibayar Ranjang (21+)
  • ||Perjodohan||✓
  • ERICK: MY BADBOY
  • MY SWEET BODYGUARD [TAMAT]
  • Stay (Away)
  • My Sugar Daddy(END)
  • AILIA (COMPLETED)
  • Axiomatic, Mr. Tsundere ✓
  • 6 Month Contract

"Aku mau tidur sama Kakak!" teriak gue sebelum laki-laki itu pergi dari kamar ini. Ya katakanlah gue udah gila karena nerima tawaran buat tidur sama dia gitu aja. Terus apa yang gue dapet? Sudut bibir laki-laki itu tertarik ke atas. Hanya dengan matanya, gue sudah ngerasa dilucuti lewat tatapan tajam dia itu. "Sebucin itu lo sama gue?" tanya dia sambil mandang remeh ke arah gue. "Kakak ngasih pilihan..." menjeda pelan, gue neguk ludah kasar. "Dan pilihan aku adalah tidur sama Kakak," lanjut gue. Terserah dia mau bilang apa, yang penting gue juga dapet apa yang gue mau. Laki-laki bertubuh jakung dengan badan proposional itu berjalan ke arah gue yang sekarang lagi duduk di tepi ranjang. Tubuhnya membungkuk, memajukan wajahnya hingga membuat tubuh gue sontak mundur ke belakang. Namun tangan laki-laki itu justru nahan punggung gue. Mata gue melotot waktu ngerasain tangannya bergerak mengelus pelan punggung gue, dengan wajahnya yang semakin maju. Gue bahkan sudah nahan napas saking ngga siapnya dengan sikap dia itu. Jantung gue berdebar kencang seakan lagi ada pesta di dalam sana. "Lo tahu tidur yang gue maksud, ngga akan seindah tidur yang lo impikan." Dan gue tahu, sedari awal gue ngga pernah nyesel sama pilihan gue. Karena kehilangan dia, jauh lebih buruk dari pada penyesalan yang menanti di ujung sana. ••••••••• Story Written by Glynis Awnthera October 9th, 2020

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu