Arshaka Heizen Lergan

Arshaka Heizen Lergan

  • WpView
    Reads 254,020
  • WpVote
    Votes 13,931
  • WpPart
    Parts 57
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 6, 2025
WpInfo
Fanfic
NCT
Ini tentang Arshaka Heizen Lergan. "Hidup tanpa arah itu seperti berjalan di tengah kabut tebal, ngga tahu langkah berikutnya menuju ke mana. Setiap hari terasa sama, berat dan kosong, tapi nggak ada tempat untuk berhenti atau pulang. Hal-hal yang dulu bikin bahagia sekarang cuma bayangan samar yang bahkan nggak bisa disentuh lagi." "Hidup tanpa arah itu rasanya kayak hanyut di laut tanpa tahu di mana pantai. Ada saatnya kepalaku penuh dengan suara-suara, tapi semuanya hening waktu aku coba dengarkan. Rasanya seperti tenggelam perlahan, tapi ngga ada yang datang untuk menarikku ke permukaan. Aku cuma bisa diam, menunggu sesuatu yang mungkin ngga pernah ada." ☆☆☆☆ "Gua ngga pernah minta bantuan orang lain. Kata ayah 'jadi anak jangan menyusahkan siapapun' maka dari itu. gua milih hilang ketika gua lagi kacau dan kembali lagi ketika gua merasa baik" "Gua bukannya ngga mau ngelawan, bukan juga pasrah atas kekalahan. Kata mamah 'Kalau kamu disakitin sama orang-orang, sebisa mungkin kamu jangan membalasnya ya? kalau kita baik sama orang. Besok orang juga akan baik sama kita'." ☆☆☆☆ "Hidup sama ayah emang sakit. Tapi kalau ngga sama ayah, sama siapa?" TIKTOK: @.coklattt
All Rights Reserved
#44
fatherandson
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dimar (Jaemin . Isa . Jeno)
  • AFKARA [END]
  • Is It Home ?
  • Untung Sayang
  • Perihal Sandwich(End)
  • PERIPLE ✔ (SUDAH TERBIT)
  • FEARLESS || JAYISA
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • Broken melodies
  • Empty | 00L NCT Dream

[Udah lengkap nih!!!] Ada kalanya di saat kita benar-benar tertuju pada satu arah, sudut yang lainnya tidak kita perhatikan. Membuat kita terlihat bodoh, hilang akal, dan lupa akan segalanya. Seakan nafas yang kita hembuskan hanya untuk dirinya. Rasa sakit, marah, rindu tanpa alasan? Hati yang mudah luluh setelah disakiti beribu-ribu kali kini butuh pembalut luka. Jangan pergi, aku membutuhkanmu...

More details
WpActionLinkContent Guidelines