UNFINISHED BLUSHES

UNFINISHED BLUSHES

  • WpView
    Reads 515
  • WpVote
    Votes 59
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 28, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
[ Seri #2 Mahawira x Mahawira ] Bagi Langit, Divya adalah adik kelas terlucu di antara sekian yang dikenalnya. Yang kuncir kudanya selalu melenggang ke kanan dan kiri setiap kakinya melangkah melewati lorong kelas menuju kantin. Juga yang gantungan kunci warna-warninya nggak malu-malu dia tunjukkan meskipun waktu itu usianya sudah beranjak tujuh belas tahun. Sejak awal percakapan mereka di halte depan sekolah, Langit tidak pernah lupa pada bagaimana pipi gadis itu merona merah setiap dia mengatakan sesuatu. Juga pada modus-modus murahannya yang menghabiskan waktu Divya untuk duduk di kedai kopi hampir tiap hari sepulang sekolah. Langit ingat betul bagaimana semuanya terasa indah sampai ketika wajah itu muncul lagi di hadapannya setelah satu tahun berlalu. Ingatannya justru berkhianat karena berlabuh pada setangkai mawar merah darinya yang menerima penolakan dengan alasan paling tidak masuk akal. Dan di antara banyak kebetulan, Langit mendapat kesempatan untuk bicara lagi setelah melewati puluhan hari hanya dengan diam. Langit kira, setidaknya mereka bisa berteman walaupun ada remuk-remuk mengisi hatinya. Tapi, di antara keputus asaan yang terpelihara itu-yang Langit pikir sudah tidak ada hal yang bisa diperjuangkan-, ternyata dia temukan harapan baru lewat rona pipi yang kembali memerah ketika mereka bertemu tatap di suatu malam yang panjang. (づ>/////<)づ♡ Unifnished Blushes ‧₊˚♪ 𝄞₊˚⊹
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Nakula
  • Kembang Desa
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Salah Status [END]
  • Prahara Lamaran [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines