
[ Seri #2 Mahawira x Mahawira ] Bagi Langit, Divya adalah adik kelas terlucu di antara sekian yang dikenalnya. Yang kuncir kudanya selalu melenggang ke kanan dan kiri setiap kakinya melangkah melewati lorong kelas menuju kantin. Juga yang gantungan kunci warna-warninya nggak malu-malu dia tunjukkan meskipun waktu itu usianya sudah beranjak tujuh belas tahun. Sejak awal percakapan mereka di halte depan sekolah, Langit tidak pernah lupa pada bagaimana pipi gadis itu merona merah setiap dia mengatakan sesuatu. Juga pada modus-modus murahannya yang menghabiskan waktu Divya untuk duduk di kedai kopi hampir tiap hari sepulang sekolah. Langit ingat betul bagaimana semuanya terasa indah sampai ketika wajah itu muncul lagi di hadapannya setelah satu tahun berlalu. Ingatannya justru berkhianat karena berlabuh pada setangkai mawar merah darinya yang menerima penolakan dengan alasan paling tidak masuk akal. Dan di antara banyak kebetulan, Langit mendapat kesempatan untuk bicara lagi setelah melewati puluhan hari hanya dengan diam. Langit kira, setidaknya mereka bisa berteman walaupun ada remuk-remuk mengisi hatinya. Tapi, di antara keputus asaan yang terpelihara itu-yang Langit pikir sudah tidak ada hal yang bisa diperjuangkan-, ternyata dia temukan harapan baru lewat rona pipi yang kembali memerah ketika mereka bertemu tatap di suatu malam yang panjang. (づ>/////<)づ♡ Unifnished Blushes ‧₊˚♪ 𝄞₊˚⊹All Rights Reserved