Brian & Jeremy "Unscripted Extended Scene"

Brian & Jeremy "Unscripted Extended Scene"

  • WpView
    Reads 2,817
  • WpVote
    Votes 214
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 16, 2026
Mereka bilang setiap cerita punya jalannya sendiri. Tapi bagaimana jika ada adegan-adegan yang tidak pernah dituliskan? Unscripted, tanpa skenario. Potongan kisah yang tidak masuk ke naskah utama. Bagian yang tidak direncanakan, tapi tetap berarti. Terkadang ada momen yang tidak sempat diceritakan. Di sinilah tempatnya, kumpulan scene tambahan dari Brian & Jeremy yang berjalan sesuka hati-tanpa aturan, tanpa batasan, hanya mereka dan kisah yang muncul kapan pun semesta menginginkannya. Cerita pendek, oneshot, atau sekedar potongan adegan yang tiba-tiba kepikiran-semuanya ada di sini. Santai, nikmatin aja! Love, sxnnyzz!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dua cangkir satu Meja
  • The Altering Summer
  • SOUNDS OF FLOWER SEASON
  • - HyunJeong [e n d]
  • [I'm Yours || Allhang]
  • Not Just Friends
  • DRUNK TEXT
  • (INCOMPARABLE) 无御伦比
  • PAPER PLANE

Dua cangkir di satu meja. Salah satunya kopi hitam yang mulai dingin, satunya lagi teh hangat yang baru diseduh. Sama seperti mereka-dua orang yang dulu satu keluarga, kini seperti orang asing di bawah atap yang sama. Dewa sudah terbiasa hidup sendiri. Ia bisa makan mi instan kapan saja tanpa ada yang mengomentari. Bisa pulang larut tanpa ada yang menunggu. Bisa menjalani hari-harinya tanpa merasa harus menjelaskan apa pun kepada siapa pun. Lalu datang ayahnya, yang entah sejak kapan mulai mengatur ulang dunianya. Mengajaknya makan bersama, menyeduhkan teh di pagi hari, bahkan diam-diam mengganti mi instan dengan sesuatu yang lebih bergizi. Dewa tidak mengerti-apa yang sebenarnya diinginkan ayahnya? Kenapa setelah tujuh tahun pergi, kini ia kembali dan bertingkah seolah-olah segalanya masih bisa diperbaiki? Di sisi lain, ada Nira, seseorang yang selalu ada untuknya. Tapi kini, ia merasa semakin jauh. Hubungan yang dulu terasa nyaman perlahan berubah menjadi sesuatu yang penuh pertanyaan. Di antara meja makan yang dulu selalu sepi, dua cangkir yang tak pernah sama, dan sepiring mi instan yang akhirnya tak lagi dimakan sendirian, Dewa harus menghadapi sesuatu yang selama ini selalu ia hindari: apa arti pulang yang sebenarnya? Slow fic Sudah selesai ditulis sampai ending, sudah dipublikasikan pula semuanya. Sebab, aku tidak suka menunggu. Jadi, aku tidak akan membuatmu menunggu. 48 bab secara total. Bacalah jika menurutmu layak dibaca, tinggalkan jika menurutmu membosankan. Terima kasih sudah meluangkan waktumu yang berharga. by Tigajully 2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines