Senandung Doa diNegeri Gingseng

Senandung Doa diNegeri Gingseng

  • WpView
    Lectures 67
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Chapitres 14
WpMetadataReadTerminé lun., mars 10, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Lee Jihoon, seorang pianis berbakat dari keluarga Kristen yang taat, tak pernah menyangka bahwa hatinya akan terpaut pada Ayana Moon, seorang gadis Muslim keturunan Korea-Indonesia yang datang ke Seoul untuk melanjutkan studi musiknya. Perbedaan keyakinan, budaya, serta tekanan keluarga membuat kisah cinta mereka penuh tantangan. Di tengah musim semi yang penuh harapan, Jihoon dan Ayana Moon bertemu di kampus seni musik. Awalnya hanya sebatas teman, namun seiring waktu, mereka mulai jatuh cinta. Namun, hubungan mereka tidak mudah. Keluarga Jihoon menginginkannya menikah dengan seseorang yang seiman, sedangkan Ayana Moon berpegang teguh pada prinsipnya. Di antara dentingan piano dan senandung doa, mereka berusaha mencari jalan tengah. Akankah cinta mereka mampu mengatasi perbedaan? Ataukah mereka harus memilih antara cinta dan keyakinan?
Tous Droits Réservés
#151
terbaru
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • too beautiful to notice (YananTianjiarui)(END)
  • Jovanka dan Abang Kembar
  • Same But Different (Hiatus)
  • My Doctor
  • Once Again
  • •Am I Him?• { Xodiac }
  • Takdir bernama yoonji
  • Family Strength END✔️
  • Embrace again, Arnan

short story. seorang anak tak pernah meminta kepada orangtua nya untuk dilahirkan, pun sama hal nya seperti orangtua yang tak ingin anaknya terlahir menjadi manusia yang cacat. namanya, Longshen, putra bungsu dari tiga bersaudara yang terlahir tidak sekuat kedua kakak laki-lakinya. cacat, tidak memiliki emosi, dan selalu disebut sebagai aib dari keluarga. _________ bagi Yuan wudi, terlahir sempurna adalah sebuah malapetaka. malapetaka yang siap untuk meledak kapan saja dan dimana saja. diagungkan, dipuja-puja, disanjung, dianggap sebagai sebuah aset yang berharga, ternyata tak semembahagia-kan yang sempat dia duga. justru... ini semua cenderung menyebalkan. __________ "Meskipun aku tidak menginginkan kesempurnaan ini, bukan berarti aku harus disandingkan dengan orang cacat seperti dia!" itu adalah kalimat pertama yang Longshen dengar saat kakinya menginjak istana megah yang selama ini orang-orang idamkan. namun tak seperti mereka, pemuda itu justru lebih merindukan kamar tidurnya daripada harus terjebak bersama pria yang tampaknya, memiliki tabiat dan kebiasaan marah-marah. "Aku juga tidak mau jika harus menikah dengan orang pemarah seperti kau, wahai pangeran." balasan itu bukan hanya mengejutkan Yuan wudi, melainkan seluruh anggota dua keluarga yang saat ini tengah menyaksikan pertengkaran keduanya. "Meskipun kau tidak meminta maaf, tapi aku sudah memutuskan untuk memaafkan ucapan mu barusan. Selain karena aku sudah kebal dengan kata-kata penuh hinaan itu, kebetulan aku juga sudah mengantuk. Jadi, bisa berikan jawabanmu sekarang juga? Cukup dengan berkata, ya atau tidak." "Tidak."

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu