We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
My Husband Is My Enemy {So Junghwan}

My Husband Is My Enemy {So Junghwan}

  • WpView
    Reads 485
  • WpVote
    Votes 44
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 5, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
SINOPSIS "Kami ingin kalian menikah." "APA?!" Ashley nggak pernah nyangka hidupnya bakal kayak drama murahan. Lima tahun lalu, hidupnya hancur gara-gara satu kesalahpahaman. Dituduh mencuri dompet CEO masa depan, So Junghwan, lalu dihajar sampai babak belur cuma karena dia dikira cowok. Trauma itu bikin Ashley berubah total. Dari gadis lembut yang selalu memaafkan, dia kini dingin, tegas, dan menutup diri. Ketika dia kembali dalam hidup Junghwan sebagai manajer di perusahaan pria itu, semuanya jadi lebih rumit. Apalagi saat orang tua mereka memaksanya menikah demi membalas kebaikan almarhum orang tua Ashley. Bagi Junghwan, pernikahan ini adalah kesempatan untuk menebus kesalahan. Tapi bagi Ashley? Ini adalah pengingat betapa pria itu pernah menghancurkan hidupnya. Apakah kebencian bisa berubah jadi cinta? Atau luka masa lalu bakal selamanya membayangi mereka?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mianhae Hyung || So Junghwan {SEDANG DIREVISI}
  • Duhkha Nirantara
  • ARE YOU MY WIFE? [END]
  • Necessary✅✅(jikook/minimoni)
  • Come To Me (2) || TREASURE (END)
  • 100 Days My Husband
  • METANOIA
  • Love Game ☑️
  • My Father's Choice Of Husband ||HaruKyu||

{END} Honesty is expensive, therefore never underestimate people who tell the truth. So Junghwan, si bungsu dengan senyuman yang seolah melukis kesempurnaan, hidup dalam sunyi yang menggigit. Bukan karena ia tak ingin bersuara, tapi karena dunia memilih untuk tak mendengar. Luka-luka tak kasat mata menggores dalam, sementara rasa sakit di sekujur tubuhnya menjadi pengingat kejam bahwa bahkan bernapas pun bisa terasa seperti hukuman. Namun, di tengah kehampaan itu, ada doa yang terus ia bisikkan kepada langit yang tak pernah menjawab. "If I could live again," pikirnya, sambil menatap bintang-bintang yang terasa begitu jauh, "I'd wish to know how it feels to be loved by all my Hyungs." Harapan itu kecil, rapuh, tapi indah-seperti kelopak bunga yang mekar meski dikelilingi musim dingin. Bahkan di dunia yang dingin, Junghwan percaya, cinta- sekecil apa pun- adalah alasan untuk tetap melangkah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines