Fatamorgana

Fatamorgana

  • WpView
    Reads 295
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 7, 2025
Hazza, seorang remaja dengan ambisi besar di dunia game, bercita-cita menjadi pemain terbaik di Malaysia. Dengan nama akun OneStop, dia terus berjuang menaikkan peringkatnya, meski sering kali dihadapkan pada kekalahan yang membuatnya frustrasi. Namun, semakin dalam ia menyelami dunia game, semakin besar pula rasa obsesinya terhadap seorang pemain misterius bernama Meta-sosok yang tak pernah tersentuh kekalahan. Rasa kagum dan penasaran perlahan berubah menjadi obsesi. Hazza mulai menggali segala informasi tentang Meta, tanpa menyadari bahwa pencariannya ini akan membawanya ke sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar permainan. Di balik layar, ada rahasia yang tersembunyi, dan tanpa sadar, Hazza sudah melangkah terlalu jauh ke dalamnya.Apakah ini hanya tentang peringkat di leaderboard? Ataukah ada sesuatu yang lebih berbahaya menunggunya?
All Rights Reserved
#699
dark
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MENGUMPAT !
  • Girl In Novel
  • PENSILPENGHAPUS DALAM FIKSINYA
  • FLOWERS IN MUNICH
  • Drug Hunter
  • CRR - Misi Pertama
  • i'm Pick Me Girl
  • Mantra Penghancur Moral

Perempuan introvert ini mulai membuka diri, mulai bermain media sosial, lalu keanehan demi keanehan dalam dirinya mulai terjadi yang sekaligus menjadi penghubung antara masa lalu dan teman-temannya. "Aku berencana mengirimkan DVR ini bersama dengan seprei yang dipakai ketika malam pertama kami menikah. Barangkali terdengar konyol, tapi seprei ini ada noda bekas darah selaput perawanku, iya ini salah satu kenangan yang masih tersimpan rapih di kotak penyimpanan kamar tidur kami. Aku titipkan seprei ini kepadamu Eya. Jika nanti anak perempuanku sudah remaja tolong berikan kepadanya sehingga nanti dia bisa menjaga mahkota hanya untuk suaminya." Eya sering kali mengumpat dari rasa takut dan trauma yang sekaligus menjadi bentuk luapan dendam amarahnya. Segala hal mengenai kematian merangsek berubah menjadi obsesi. Kengerian-kengerian mulai mewujud dalam pikiran, seakan membabibutakan kesadaran, di antara nyata atau imaji hanya ada mati. Cattleya Kirana Dewi, adalah mimpi buruk bagi pikiran dan imajinya. Saat ajal mulai melingkari leher, mereka memohon kematian kepadanya, sedangkan kematian baginya hanyalah sebuah jembatan untuk menuju keabadian. Mengumpat di dalam kematian tidak lagi tabu bagi mereka yang menuju mati dalam umpatan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines