Love Is War

Love Is War

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 9, 2025
Jika diminta untuk memilih antara bertahan atau pergi, sudah pasti Yura memilih untuk pergi. Bukan karena ia tidak memiliki perasaan yang sama terhadap Jung Won, akan tetapi ia tidak ingin merasa kehilangan untuk kali kedua dalam hidupnya. Kim Yura, seorang agen mata-mata di salah satu markas besar Korea Selatan mendapatkan misi besar bersama rekannya, Kang Jung Won. Mereka mendapatkan misi untuk membebaskan tahanan yang sudah satu dekade lamanya bertahan di balik jeruji besi tanpa sinar matahari langsung. Bayangkan saja betapa susahnya mereka dan timnya untuk mencoba masuk ke sel pertahanan yang letaknya 3 meter di bawah tanah tersebut. Setelah berhasil masuk dan mencoba membebaskan mereka satu persatu, ternyata mereka lengah akan satu hal. Salah seorang tahanan yang ada di antara kerumunan orang-orang tersebut jatuh secara tiba-tiba, setelah dilihat, sebuah timah panas berhasil membuatnya tergeletak tak sadarkan diri. Tangan kecilnya mencoba menutup bagian tubuh yang di dalamnya bersarang sebuah peluru yang entah dari mana asalnya, ia merintih kesakitan sembari memanggil nama ayah dan ibunya. Yura yang melihat kejadian tersebut dari tempatnya berdiri langsung menerobos kerumunan dan ia mematung tatkala melihat siapa yang tengah bersimbah darah itu. Tubuhnya merosot ke tanah dengan tangannya yang gemetar tanpa henti, ia terisak dan dengan lirih memanggil nama rekannya, "Jung Won... Jung Won..."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stronger Than Another
  • Analog Melankolis
  • A Gentleman Destiny
  • TERIMAKASIH SUDAH BERTAHAN - TAMAT
  • Family Line
  • My Love (Yesung Fanfiction)
  • Light and Shadow
  • Sejenak Luka

"AW! SAKIT TAHU! DASAR BEGO! BENER-BENER CEWEK KURANG AJAR YA LO!" "YA MAKANYA SANS AE TU MULUT! NGEGAS AJA LO! SEKALI-KALI BANTING SETIR BIAR ENGGAK BEGO-BEGO AMAT JADI BOCAH!" Balas sadis Risa tak mau kalah, hingga sebuah tarikan yang berada disisi kiri kepalanya membuatnya mengaduh kesakitan "AW! AW! BANGSAT NGAPAIN LO JEWER-JEWER TELINGA GUE!" Tanya Samuel keras dan terdengar kurang sopan untuk anak seumurannya, sedangkan yang ditanya pun hanya bisa mengedikkan bahunya kesal "MANA GUE TAHU, BEGO!" "KAN YANG JEWER TELINGA GUE LO!" "TANGAN GUE? MIKIR DONG KALAU MAU NGOMONG, NIH LIHAT TANGAN GUE!" Sodoran tangan Risa membuat Samuel mulai menerka-nerka hingga sesaat ia menolehkan kepalanya dan BOOM "Ngomong apa tadi, Samuel, Risa?" Suara serak nan agak berat menginterupsi mereka berdua, sungguh inilah hal yang ditakutkan oleh Risa dan tentunya Samuel 'Baka! Ini suaranya pak BK!' Batin Risa menangis

More details
WpActionLinkContent Guidelines